Sat 23 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

PT. TPL Gelar Pola Panen Padi Dua Kali Setahun Bersama Masyarakat Siruar

Manager Community Development (CD) PT. TPL, Ramida Siringoringo bersama para petani Desa Siruar menanam padi pola 2 kali panen dalam satu tahun. (foto: aldy)

Parmaksian, hetanews.com - Sebagai komitmen dalam mendukung peningkatan  perekonomian masyarakat di sekitar wilayah perusahaan, PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. (TPL) bekerja sama dengan petani di Desa Siantar Utara (Siruar), Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), melaksanakan penanaman padi untuk pola panen dua kali dalam setahun, Jumat (14/12/2018).

Dengan luas 60 hektar persawahan di desa Siruar, selama ini para petani hanya melakukan penanaman padi sekali dalam setahun. Kepala Desa (Kades) Siruar, Rumondang Sitorus, mengatakan bahwa alasan masyarakat hanya melakukan penanaman satu kali dalam setahun dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai bagaimana cara bertani yang baik dan benar. Rumondang mengapresiasi PT. TPL karena sudah peduli dan memperhatikan warga Siruar.

“Terimakasih kepada PT. TPL, karena sebelumnya masyarakat belum mengetahui cara menanam dengan sistem jarwo. Saya harap, dengan pelatihan sistem jarwo, masyarakat akan tertarik dan semangat untuk melaksanakan panen dua kali dalam setahun, sehingga dapat menunjang tingkat perekonomian masyarakat di Desa Siruar,” ujar Rumondang.

Penanaman yang dilakukan bersama masyarakat Desa Siruar menerapkan sistem tanam  jajar legowo (jarwo) dengan menggunakan bibit padi Varietas IR 64. Sistem tanam jarwo merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. 

Cara tanam ini memiliki keunggulan, yakni,  meningkatkan populasi tanaman persatuan luas, sehingga berpeluang meningkatkan produksi, mudah dalam pengelolaan tanaman seperti pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, kemudian memudahkan pergerakan petani di lapang karena adanya ruang kosong, dan estetika pertanaman menarik. Sebelumnya, masyarakat hanya menggunakan sistem tanam asal-asalan dan tidak menggunakan parit.

Selain itu, PT. TPL juga mengembangkan program mina padi dengan memanfaatkan genangan air sawah yang ditanami padi sebagai kolam untuk budidaya yang memaksimalkan hasil tanah sawah. Dalam menjalankan program ini, PT. TPL bekerja sama dengan pemilik sawah seluas dua hektar, Galentang Marpaung (68 tahun), untuk memulai penanaman padi. Diharapkan, jika penanaman dilakukan pada Desember, maka akan dilakukan panen pada bulan Mei. Sehingga ketika berhasil, maka pada Juli mendatang, akan segera dilakukan penanaman kembali.

Camat Parmaksian, Paiman Butarbutar yang diwakilkan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan, Todo Sitorus mendukung program PT. TPL yang dilakukan bersama Masyarakat, dalam peningkatan taraf perekonomian masyarakat Desa Siruar. “Kami berharap bukan hanya desa Siruar saja yang melakukan penanaman padi dua kali setahun. Semoga untuk ke depannya, masyarakat dari desa lainnya, dapat termotivasi dan melakukan hal ini untuk hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Sebelumnya, program pola panen dua kali dalam setahun ini baru saja dilaksanakan di Desa Banjar Ganjang, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Tobasa, pada November lalu. Desa Siruar, merupakan desa kedua yang melaksanakan program pola panen dua kali dalam setahun.

Ramida Siringoringo, selaku Manager Community Development (CD) PT. TPL yang ikut serta dalam penanaman padi mengatakan, TPL akan selalu mendukung masyarakat dalam meningkatkan perekonomian dengan menyalurkan bantuan yang di butuhkan, seperti, pembangunan  irigasi sawah, pemberian bibit padi unggul dan pelatihan petani dengan sistem jajar legowo.

“Bantuan yang diberikan TPL merupakan bukti nyata dalam menjalankan komitmen, untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar perusahaan dan kita berharap, agar masyarakat melanjutkan dan terus melakukan penanaman padi dengan sistem jarwo ini, agar mendapatkan hasil yang baik. Perusahaan juga akan selalu mendukung dan membantu masyarakat untuk keberhasilan penanaman kedepannya,” jelas Ramida.

Penulis: aldy. Editor: anto.