HETANEWS

Presiden Erdogan: Pembunuh Khashoggi Mengatakan ‘Saya Tahu Cara Memotong'

Jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi. (Foto: AP Photo/Hasan Jamal)

Turki, hetanews.com - Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan mengatakan, salah satu pembunuh Jamal Khassogi terdengar mengatakan ‘saya tahu cara memotong’ dalam rekaman suara pembunuhan Jamal Khassoggi yang hanya diberikan kepada pejabat Amerika Serikat dan Eropa.

“Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Kanada, kami membuat mereka mendengar secara bersama pria itu mengatakan ‘saya tahu cara memotong’. Pria ini adalah seorang prajurit, ini semua terdengar dalam rekaman audio,” kata Erdogan ketika meyampaikan pidato di Istanbul, dikutip dari reuters, Jumat (14/12).

Sumber CNN juga mengungkap kata-kata terakhir yang diucapkan Jamal Khashoggi sebelum ia tewas dicekik. Kata-kata terakhir Jamal itu ada di transkrip rekaman pembunuhan yang sempat dibaca oleh sumber.

Dari transkrip itu, Khashoggi berulang kali berteriak mengatakan kepada pembunuhnya “Saya tidak bisa bernafas”. Ada pula suara gergaji yang diyakini merupakan proses Khashoggi saat dimutilasi.

Kolumnis Washington Post dan kritikus putra mahkota itu dibunuh di konsulat Arab Saudi di Istanbul pada tanggal 2 Oktober lalu. Sumber CNN mengatakan, dari transkrip rekaman itu disimpulkan pembunuhan Khashoggi dilakukan dengan terencana oleh kelompok yang terorganisir. Pembunuhan dilakukan sangat efektif dengan terus berkoordinasi dengan seseorang di Riyadh.

Sebelumnya, pihak Arab Saudi mengelak keterkaitan Putra Mahkota Mohammad Bin Salman dalam pembunuhan itu. Mereka mengatakan Khashoggi telah meninggalkan konsulat dengan keadaan hidup.

“Pangeran berkata Jamal Khashoggi meninggalkan konsulat, apakah ia seorang anak kecil? tunangannya menunggu di luar,” kata Erdogan.

“Mereka pikir dunia itu bodoh, bangsa ini tidak bodoh dan tahu bagaimana membuat orang bertanggung jawab,” lanjutnya lagi.

Pejabat Turki mengatakan bahwa kantor kejaksaan Istanbul telah memiliki kecurigaan kuat kepada Saud al-Qahtani, pembantu utama Mohammad Bin Salman, dan Jenderal Ahmed al-Asiri, wakil kepala intelijen asing, terlibat dalam perencanaan pembunuhan Khashoggi.

Erdogan berulang kali mengatakan tidak akan menyerah untuk mengungkap kebenaran. Setelah Arab Saudi mengesampingkan dua orang tersebut, Turki mengatakan pekan ini akan mencari keadilan untuk Khashoggi di bawah hukum internasional.

sumber: kumparan.com

Editor: bt.