HETANEWS.COM

Hore! Dua Anak Harimau Sumatera Lahir, Induk Ditemukan dari Simalungun-Madina

Jakarta, hetanews.com - Populasi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Indonesia bertambah. Kabar gembira ini datang dari Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) di Sumatera Utara.

"Dua anakan harimau Sumatera ini lahir dari induk bernama Gadis dan Monang," ungkap Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wiratno kepada awak media, Jumat (14/12/2018).

Gadis merupakan harimau korban konflik (terkena jerat) di daerah Kabupaten Mandailing Natal pada 2016. Akibat terkena jerat, kaki kanan depan Gadis yang berusia 7 tahun harus diamputasi. Sementara itu, Monang merupakan harimau jantan yang dievakuasi dari desa Parmonangan, Simalungun, pada 2017.

Untuk menghitung populasi harimau Sumatera, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah melakukan kajian sejak 2016, bekerja sama dengan para praktisi konservasi harimau. Kajian ini dimaksudkan untuk memperbarui informasi mengenai keberadaan harimau Sumatera setelah dirilis terakhir kali oleh pemerintah Indonesia pada 1994.

Metode yang digunakan dalam dua tahun tersebut adalah dengan pemodelan Population Viability Analysist (PVA). PVA adalah alat untuk mengkaji viabilitas tiap subpopulasi di lanskap berbeda, di bawah skenario ancaman tertentu, seperti harvest, deforestasi, kombinasi harvest dan deforestasi, serta metapopulasi. 

Untuk spesies harimau Sumatera, dari hasil perhitungan tersebut, diperkirakan jumlah harimau Sumatera di alam liar 603 ekor, yang tersebar dalam 23 lanskap di Sumatera dengan jumlah masing-masing berkisar dari 1-185 individu. 

Wiratno menjelaskan, pada 2015 di kawasan BBKSDA Riau, melalui camera trap, diketahui kelahiran tiga ekor anak harimau Sumatera dari indukan bernama Rima. 

Pada 2017 terjadi kelahiran empat ekor anak harimau Sumatera dari indukan bernama Rima dan Uma. Pada 2016 di Kawasan Lindung Rimbang Baling, Sumatera bagian tengah, diketahui kelahiran tiga ekor anak harimau Sumatera.

"Selain kelahiran yang diketahui di alam, pada beberapa lembaga konservasi telah berhasil mengembangbiakkan harimau Sumatera melalui lahirnya 12 ekor anak harimau pada 2018," ungkapnya.

Peningkatan populasi harimau Sumatera tersebut tentunya bukan terjadi dengan sendirinya. Namun karena kerja keras yang dilakukan selama ini dalam pengelolaan kawasan-kawasan konservasi yang menjadi habitat harimau Sumatera. 

"Hal ini juga membuktikan bahwa target pemerintah untuk meningkatkan populasi jenis-jenis yang terancam kepunahan, khususnya pada harimau Sumatera, dapat dipenuhi sejauh ini," jelasnya.

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk penyelamatan harimau Sumatera di antaranya mengembangkan beberapa lokasi tiger sanctuary. Tempat ini dimaksudkan sebagai penyimpanan sementara harimau-harimau yang perlu dirawat akibat kejadian khusus, seperti konflik ataupun perburuan, sebelum dilepasliarkan di habitat alami sekitarnya maupun di wilayah lain. 

Saat ini Indonesia telah memiliki tiga tiger sanctuary, yakni Barumun Nagari Wildlife Santuary di sekitar SM Barumun, Sumatera Utara; Tambling Wildlife Nature Conservation di TN Bukit Barisan Selatan, Lampung; dan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya di sekitar TN Kerinci Seblat, Jambi.

"Ke depan, tentu tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberadaan harimau akan semakin besar. Namun, dengan kerja keras yang dilakukan, pemerintah optimistis bahwa keberadaan harimau Sumatera tetap akan dijumpai generasi yang akan datang," kata Wiratno.

Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Dr Hotmauli Sianturi menjelaskan sanctuary harimau BNWS yang dibangun KLHK bekerja sama dengan Yayasan Persumuhan Bodichita Mandala Medan pada 2016 dengan tujuan sebagai tempat untuk merehabilitasi harimau korban konflik. 

"Tempat ini menyiapkan harimau Sumatera korban konflik untuk bisa dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Ke depannya, akan dibangun fasilitas tempat tinggal untuk dua ekor anak harimau Sumatera tersebut serta fasilitas habituasi untuk melatih harimau tersebut sebelum dilepasliarkan," ungkapnya.

sumber: detik.com

Editor: bt.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!