HETANEWS

PKS Mini di Sei Bamban Diduga Tidak Kantongi Izin

Anggota DPRD Sergai saat meninjau lokasi PKS mini yang diduga tidak punya izin. (foto/sutrisno)

Sergai,hetanews.com- Pihak DPRD Serdang Bedagai (Sergai) akan segera panggil pihak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Mini, yang diduga tidak mengantongi izin, di Dusun 17 Hapoltahan, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai, Rabu (12/12/2018).

Hal itu disampaikan Ketua Komisi C DPRD Sergai, bidang perizinan, Edy Gunawan.

Dijelaskan, pihaknya melakukan kunjungan kerja, guna menindak lanjuti soal atas laporan masyarakat dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMP2TSP) Sergai, bahwasanya PKS Mini di Desa Sei Bamban tersebut, tidak ada izin.

Pada Tahun 2016, lalu, ada izin dengan badan hukum UD, tapi berubah menjadi PT, namun tanpa sepengetahuan. Dan datanya juga belum sampai ke dinas terkait, jelasnya.

Lanjut Fraksi PKS itu, berharap, agar perusahaan ini mempunyai izin sesuai aturan yang ada. Karena kita tidak menghalangi pihak perusahaan dalam berinvestasi di Sergai, ini juga bentuk membuka lapangan kerja, tapi harus sesuai aturan yang ada, katanya.

"Tindaklanjutnya, akhir tahun ini akan kita panggil pihak perusahaan tersebut,"ucap Edy.

Anggota DPRD Sergai saat meninjau lokasi PKS mini yang diduga tidak punya izin. (foto/sutrisno)

Ketua Komisi B bidang Ketenagakerjaan, Edisman Situmorang, menyampaikan, pihaknya turun melakukan monitoring terkait aspirasi masyarakat dan bahwa izin perusahaan tersebut tidak ada selanjutnya juga terkait kesepakatan pekerja yang di PHK  belum ada kejelasan.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Pengawasan DPMP2TSP Sergai, Suriani didampingi Kasi Pelayanan Perizinan 1, Kurniawan menegaskan,  bahwasanya memang benar PKS Mini di Sei Bamban tidak mengantongi izin usahanya.

Monitoring ini juga menurut surat masuk, yakni guna mendampingi DPRD terkait izin dan pajak wajib perusahaan tersebut.

Menurut peraturan, sebelum masuk permohonan perizinan harus ke BKPRD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah), namun belum memenuhi syarat karena diduga tidak sesuai dengan tata ruang dalam pendirian wilayah pabrik sawit, terang Suriani.

Bagian Humas  PT Sumber Sergai Jaya, PKS Mini Desa Sei Bamban, Sasmito menjelaskan, pabrik ini berawal berbadan hukum UD. Sumber Mas Lestari.

Kemudian setelah mendapatkan saran dari pihak DPRD Sergai harus ditingkatkan menjadi PT. Lalu kita mengajukan dengan nama PT.Sumber Sergai Jaya, namun tidak sesuai dengan Tata Ruang Pemkab Sergai, kata Sasmito.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.

Ikuti kami di Twitter, Instagram, Youtube, dan Google News untuk selalu mendapatkan artikel berita terbaru dari Heta News.