HETANEWS

Mantan Napi Rutan Kabanjahe Tewas Bunuh Diri, Mayatnya Belum Dijemput Keluarga

Korban saat di RSUD Langsa. (foto/charles)

Karo,hetanews.com- Seorang laki - laki dalam keadaan tidak sadarkan diri, diantar seseorang ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Langsa, Jalan  A. Yani No.1 Kota Langsa, Provinsi Aceh, Minggu (9/12/2018), sekira pukul 13:15 WIB, lalu.

Setelah dilakukan penanganan medis oleh dr Nanda yang bertugas di IGD tersebut, dari mulut korban keluar buih dan tercium aroma obat pembasmi rumput.

Selang beberapa jam ditangani dokter, korban dipindahkan ke ruang rawat inap kelas 1 B. Namun hanya bertahan beberapa jam, korban kembali dipindahkan ke ruang IGD, karena sering memberontak dan berteriak. Sehingga mengganggu pasien lainnya. Setelah berada di ruang IGD, sekira pukul 24.00 WIB, korban menghembuskan nafas terakhirnya alias meninggal dunia.

Korban yang awalnya tidak diketahui  identitasnya, kini telah diketahui. Setelah dilakukan identifikasi, korban  yang tubuhnya dipenuhi tato itu, bernama Untung Surbakti (34), lahir di Berastagi dan beralamat di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Jenazah korban hingga saat ini masih berada di RSUD Kota Langsa, karena belum dijemput keluarganya.

Informasi yang diperoleh dari Polres Karo, Selasa (11/12/2018),  pukul 12.00 WIB, mengatakan, korban bunuh diri itu, informasinya didapat dari pihak kepolisian, bahwa korban berasal dari Tanah Karo.

"Seingat saya korban bunuh diri, bernama Untung Surbakti itu pernah menjadi warga binaan di Rutan kelas II Kabanjahe Tahun 2010 lalu, kasus curanmor,”ujar salah seorang polisi yang tak ingin namanya disebut.

Dikatakannya lagi, dari informasi yang diperoleh dari pihak Kepolisian Langsa, ciri-ciri fisik korban dipenuhi sejumlah tato dibadannya. Tidak ditemukan bekas luka, baik akibat benda tumpul maupun tajam.

“Kita menghimbau kepada keluarga Untung Surbakti ataupun yang mengetahui keberadaan keluarganya agar dapat memberitahukan informasi ini, supaya jenazahnya dijemput di Rumah Sakit Langsa. Kita juga memastikan, jika Untung Surbakti tidak termasuk dalam daftar napi yang melarikan diri dari Lapas Kelas II A Lambaro Aceh Besar,” ujarnya menirukan laporan dari Kasat Reskrim Polres Langsa.

Sementara, Lurah Kampung Dalam, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Ramli Oktar Tarigan, melalui Facebooknya (FB), menghimbau agar siapa saja yang mengenal korban supaya menghubungi keluarganya.

Menurut informasi yang didapatnya, korban Untung Surbakti pernah berprofesi sebagai supir mobil angkutan Sigantang Sira dan berasal dari Pancur Batu.

“Karena alamatnya di Kelurahan Kampung Dalam, makanya saya langsung mengeceknya, di Disdukcapil Pemkab Karo. Ternyata namanya tidak tercantum dan hanya menumpang di Kartu Keluarga Ojak Pardomuan Simarmata,”tulis Ramli Tarigan.

Penulis: charles. Editor: gun.