HETANEWS

Relief Budaya di Berastagi Memprihatinkan, Ini Instruksi Bupati

Bupati Karo berbicara mengenai kondisi relief budaya yang memprihatinkan. (foto/charles)

Karo, hetanews.com - Bupati Karo, Terkelin Brahmana, SH., menegaskan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karo untuk menunjukkan kinerjanya dengan peduli dan cerdas. Jangan menunggu adanya anggaran dan perintah.

Hal ini dikatakan bupati saat memanggil seluruh Kepala OPD di ruang kerjanya, Selasa (11/12/2018). Pasalnya, kondisi relief  budaya Karo di dinding tebing sepanjang jalan Berastagi-Medan, tepatnya di gerbang masuk Kota wisata Berastagi, Kabupaten Karo tampak memprihatinkan.

Relief-relief yang menyimpan sejarah atau   menggambarkan kebudayaan Karo telah dipenuhi lumut. Sehingga merusak struktur dinding pilar tebing setinggi 3 meter tempat ukiran dan pahatan relief tersebut.

“Jika tidak ada OPD yang menangani sesuai tupoksinya, apakah itu kita biarkan saja seperti itu? Di sini kita harus kreatif artinya libatkan dan berdayakan Satpol PP, Linmas dan Damkar dengan cara kerja bakti atau begotong royong. Tanpa harus ada anggaran dan menunggu perintah," ketus bupati.

Lebih lanjut dikatakan, pekerjaan tersebut hanya butuh kepedulian dan kreatifitas antar OPD tanpa mengeluarkan biaya.  Selama ini ada OPD yang cerdas tapi tidak peduli dan ada juga yang sama sekali tidak peduli tapi cerdas.

“Nah, harapan saya ke depan, buatkan program dengan Kasat Pol PP dan Kesbang Linmas untuk mengerahkan personelnya termasuk Damkar. Bagi tugas, kalau bisa tanggal 20 Desember 2018 ini dilakukan penyiraman dinding relief. Sehingga esok harinya, anggota Satpol PP bisa bekerja mengecat  dindingnya,” ujar bupati.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Organisasi Pemkab Karo, Daud Sembiring membenarkan jika OPD yang menangani pemeliharaan  relief tidak ada tupoksi OPD yang bertanggungjawab.

“Benar Pak Bupati, terkait bidang OPD yang membawahi  pemeliharaan dan perbaikan relief  didinding sepanjang Kota Berastagi  belum ada OPD khusus yang bertanggung jawab,” terang Daud.

Untuk itu sambungnya lagi, kedepannya akan diajukan dan merubah struktur organisasi agar pemeliharaan, perbaikan baik pengecatan maupun pembersihan rumput dimasukkan ke dalam OPD sesuai arahan  keputusan Mendagri.

Kasat Pol PP, Hendrik Philemon Tarigan langsung meresponnya. “Saya akan buatkan perencanaan di tahun 2019 sesuai petunjuk tadi dan mengajukan kegiatan Satpol PP bergabung dengan Linmas dan Damkar. Kegiatan kerja bakti dan Bimtek dalam kurun waktu 3 atau 6 bulan akan kita laksanakan,”ujar Kasatpol PP didampingi Kakesbang Linmas, Tetap Ginting dan Kabid Damkar, Drs. Eddi Ginting dan Kasie Damkar, Teguh Purba.

Ia mengatakan jika tanggal 20 Desember nanti untuk pembersihan relief  di Berastagi akan mengerahkan setengah  kekuatan personel berjumlah 307 orang. Begitu juga dengan armada Damkar akan dikerahkan sebanyak 12 armada.

“Sesuai instruksi Bupati kita harus kerjakan dan kerja sesuai jadwal yang ditetapkan. Tugas ini tidak ada anggaran, hanya perlu kekompakan dan kerjasama, bekerja ikhlas untuk bergotong royong,” sebut Kakan Satpol PP.

Penulis: charles. Editor: anto.