HETANEWS

Poldasu Musnahkan Narkoba Miliaran Rupiah, Johanes Siregar: Ada Anak 10 Tahun Jalani Rehabilitasi

Barang bukti narkoba dimusnahkan pihak Polda Sumut, di halaman Dit Narkoba Polda Sumut, Senin (10/12/2018). (foto/adr)

Medan,hetanews.com- Pulahan kilogram narkoba seharga miliaran rupiah dimusnahkan pihak Direktorat Narkoba  (Ditnarkoba) Polda Sumut. Barang bukti narkoba tersebut disita dari mafia narkoba selama 3 bulan terakhir. 

Hasil penyitaan itu pun dimusnahkan, di halaman Dit Narkoba Polda Sumut, Senin (10/12/2018). Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendri Marpaung, menyebutkan, pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja personilnya selama tiga bulan terakhir. 

"Terhitung sejak September hingga November 2018 ini kita menyita 130,229 Kg narkotika jenis sabu dan 159 butir inex. Barang bukti itu merupakan penyitaan dari 36 kasus dengan 73 tersangka yang terdiri dari 68 laki-laki dan 5 wanita," ungkap Hendri kepada awak media dan undangan yang hadir. 

Ia mengklaim, pengungkapan tersebut berkat kerja keras timnya yang bekerja dan turun ke lapangan.

"Saya memberikan apresiasi kepada anggota yang turun ke lapangan, berkat kerja keras anggota di lapangan, berkat kecerdasan, keterampilan dan kemampuan, saya memberikan apresiasi,"katanya. 

Ia meminta kepada personil yang turun ke lapangan agar tidak berpuas diri alih-alih berbangga atas hasil pengungkapan yang mereka lakukan. 

"Harapan saya agar anggota tidak berpuas diri dan berbangga diri. Ke depan pengungkapan ini tidak lagi bertambah lebih besar. Dengan harapan, perbandingan pengguna ataupun pemesan berkurang. Sehingga pemasok, ataupun pengungkapan besar tidak lagi dijumpai. Polda Sumut tetap bertekad dan komit untuk tidak berhenti melakukan pengungkapan peredaran narkotika,"katanya.

Hendri berharap, seluruh lapisan masyarakat agar ikut berpatisipasi dalam melakukan pemberantasan narkotika. 

"Kepada lapisan masyarakat tentunya berharap adanya partisipasi semua pihak dan kepada seluruh stakeholder untuk bersama-sama perang terhadap narkotika. Sudah begitu banyak korban generasi muda yang terkontaminasi narkotika," terangnya. 

Kepada awak media, perwira polisi berpangkat tiga melati emas itu agar membantu menyampaikan bahayanya narkotika. "Pers merupakan ujung tombak untuk menyampaikan pesan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mengonsumsi narkoba," harapnya.

Tumpukan narkotika hasil sitaan itu pun kemudian dimusnahkan dengan cara direbus. Hendri mempersilakan kepada awak media memilih narkotika yang akan diuji terlebih dahulu keasliannya sebelum dimusnahkan. "Kita mau agar tidak ada dusta diantara kita dan opini kalau yang dimusnahkan bukanlah barang bukti narkoba yang disita,"katanya.

Sementara itu, ketua Panti Rehabilitasi Narkoba Mari Indonesia Bersinar, Johanes Siregar mengatakan, kondisi peredaran narkotika saat ini benar-benar darurat. 

Di Medan, tepatnya di panti rehabilitasi narkotika yang ia pimpin, ada anak berusia 10 tahun yang menjalani rehabilitasi. "Dari informasi yang kita dapat, anak itu mulai mengenali narkotika jenis sabu sejak usia 9 tahun. Ia kenal sabu dari abangnya. Pernah teman abangnya datang dan mengajarinya untuk menghisap sabu-sabu, sejak itulah tingkahnya berubah," katanya.  

Anak itu, kata Johanes, datang dari keluarga ekonomi rendah. Orangtuanya pemulung sehingga kurang perhatian. "Domisilinya di kawasan Simpang Selayang. Kondisi perekonomian keluarganya rendah. Kini anak itu sedang kita rehab di panti kami yang beralamat di Jalan Nusa Indah, Komplek Pemda,"pungkasnya.

Penulis: adr. Editor: gun.