Samosir,hetanews.com- Pembangunan perangkat pendukung Gedung Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba, tampak semakin intens dilakukan. 

Salah satunya adalah pengerjaan pagar yang terbuat dari stainless yang berada di halaman Gedung Geopark Sigulati, Sianjurmula,  Kabupaten Samosir. 

Sempat diapresiasi, namun warga Sianjurmula-mula akhirnya mengeluhkannya. 

Pasalnya, dalam pengerjaan renovasi bangunan itu, tidak tampak papan proyek di lokasi sehingga tidak diketahui dari mana sumber anggaran pengerjaan tersebut.

Gedung Geoprak yang direnovasi tampak dalam gedung. (foto/stm) 

Padahal, menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung, plank proyek harus dicantumkan. Karena ada sanksi denda dan pidana yang akan dikenakan bagi perusahaan dan pemerintah, bila hal itu tidak dilakukan. 

Ketika hal ini dipertanyakan ke salah satu pelaksana proyek, CV Rindu Mekah an. Surya, Jumat (7/12/2018), mengaku, bahwa perusahaan tersebut didatangkan dari Bandung dan pagu proyek ini memakan dana kurang lebih dua milyar rupiah yang bersumber dari APBN yaitu, Kementerian SDM, Jakarta.

"Kegiatan renovasi ini kita kerjakan mulai bulan Agustus kemarin dan akan kita selesaikan sampai akhir bulan Desember 2018,"jelasnya. 

Gedung yang direnovasi tampak dalam gedung. (foto/stm) 

Dari pantauan media ini, jumlah anggaran dua miliar rupiah dibanding dengan item pengerjaan diduga tidak memenuhi.

Apalagi, warga mengaku, bahwa tanah untuk pekerjaan berasal dari sekitaran Batu Hobon dan bukan tanah yang dibeli oleh pihak pemborong.