HETANEWS

Berita Terbaru Pembunuhan Pekerja di Papua, 16 Jenazah Dievakuasi, 9 Jenazah telah Diidentifikasi

Sebanyak 16 jenazah pekerja pembunuhan pekerja di Nduga, Papua telah dievakuasi ke Timika, 9 telah diidentifikasi, 7 jenazah masih diidentifikasi. (foto/ist)

Papua, hetanews.com - Sebanyak 16 jenazah korban pembunuhan pekerja jembatan di Nduga, Papua berhasil dievakuasi ke Timika, 9 di antaranya telah diidentifikasi, Jumat (7/11/2018), sedangkan 7 lainnya masih dalam proses identifikasi.

Sebanyak 9 jenazah berhasil diidentifikasi oleh tim forensik dari kepolisian dan Fakultas Kedokteran Universitas Cendrawasih melalui autopsi di RS Charita Timika.

Berikut adalah 9 nama korban meninggal dalam kasus pembantaian yang merupakan karyawan PT Istaka Karya:

1. Agustinus

2. K jepry simaremare

3. Carly Fatrini

4. Alpianus M

5. Muhamad Agus

6. Fais Syaputra

7. Yosafat

8. Aris Usi

9. Yusron

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi mengungkapkan sudah ada sembilan orang korban meninggal dunia berhasil dikenali identitasnya dan dipastikan seluruhnya karyawan PT Istaka Karya.

Aidi menambahkan, sembilan korban meninggal dunia merupakan karyawan PT Istaka Karya yang bekerja dalam pembangunan Trans Papua, yang kemudian dibunuh oleh kelompok separatis yang dikomandoi Egianus Kogoya.

“Jadi data yang kami terima ada 28 karyawan PT Istaka Karya yang bekerja untuk pembangkangan jembatan di Kali Yigi. Ada tujuh orang selamat, sembilan dipastikan meninggal dunia, 10 orang belum teridentifikasi dan dua orang masih belum ditemukan,” katanya.

Sementara itu, informasi terbaru melaporkan bahwa sebanyak 7 jenazah berhasil dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika, Jumat (7/12/2018) pagi.

Ketujuh jenazah tersebut masih dalam proses identifikasi karena baru tiba. Aidi menjelaskan, dengan tibanya tujuh 7 jenazah tersebut, korban pembantaian yang berhasil dievakuasi ke Timika menjadi 16 jenazah.

“Sudah ada sembilan orang dikenali. Sedangkan tujuh jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Karena kita baru berhasil mengevakuasinya tadi pagi,” ungkapnya , Jumat (7/12/2018).

Aidi menambahkan, dari data yang diperoleh, ketika kejadian pembunuhan yang dilakukan kelompok KKB terdapat 28 pegawai PT Istaka Karya berada di camp.

Sampai saat ini baru 16 jenazah ditemukan. Sebanyak 19 orang dipastikan meninggal dunia dan dua lainnya masih hilang.

“Jadi sudah ada 19 orang kita pastikan meninggal. Lalu masih ada dua orang masih kita cari. Sedangkan korban selamat ada tujuh orang,” pungkasnya.

Pekerja jembatan Kali Yigi - Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya, Minggu (2/12/2018).

Pekerja tersebut merupakan karyawan dari PT Istaka Karya. Para pekerja tersebut ditugaskan untuk membuka isolasi di wilayah pegunungan tengah tersebut.

Para pekerja pembangunan jembatan itu diduga dibunuh lantaran mengambil foto pada saat perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) oleh KKB tak jauh dari lokasi kejadian.

Saat satu di antara pekerja mengambil foto, hal itu kemudian diketahui oleh kelompok KKB dan membuat mereka marah.

Kelompok tersebut kemudian mencari orang yang mengambil foto hingga berimbas kepada pembantaian terhadap pekerja lainnya yang ada di kamp pembangunan jembatan.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.