Mon 17 Dec 2018

Jembatan Titi Dua Sicanang Roboh, Kadis PU Sebut Force Mayor

Suasana RDP di Komisi D DPRD Medan. (foto/dores)

Medan, hetanews.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Khairul Syahnan menyebut adanya faktor alam (force mayor) atas robohnya jembatan Titi Dua Sicanang, beberapa waktu lalu. Salah satunya, tidak ada lagi hutan mangrove di sekitar jembatan karena telah berubah menjadi tambak.

"PT. Jaya Sukses termasuk yang berpengalaman di bidang kontruksi jembatan. Mereka ada beberapa proyek pembangunan titi atau jembatan di beberapa daerah termasuk Nias dan Samosir, namun ini terjadi karena faktor alam," jelasnya saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Medan yang dipimpin Sekretaris Komisi D Ilhamsyah, Kamis (6/12/2018). 

Mengenai pembayaran, ia mengatakan pihak PT. Jaya Sukses telah menerima sekitar 39 % dari nilai kontrak yang berjumlah Rp11 miliar.

"Kalau pekerjaan jembatan itu akan ditender ulang dan dilanjutkan tahun depan. Kalau untuk uang muka 39 % itu tergantung rekomendasi dari TP4D (Tim Pengendali Pembangunan Pemerintah Daerah) dan Inspektorat. Masukan dari hasil rapat ini juga akan dijadikan bahan pertimbangan atau keputusan. Kalau memang karena alam uang muka tidak bisa ditarik," jelasnya.

Sementara perwakilan PT. Jaya Sukses, Tamasena Tarigan mengungkapkan beberapa alasan mengapa sampai jembatan Titi Dua Sicanang roboh. Salah satunya karena abrasi atau pergerakan air laut.

Seperti diketahui, jembatan titi dua yang berlokasi di Kelurahan Sicanang Belawan roboh. Akibatnya, masyarakat sempat terisolir.

Penulis: dores. Editor: anto.