Mon 17 Dec 2018

Jual Sabu Sama Polisi, Dua Pengedar Ini Divonis 8 Kalender

Kedua terdakwa di persidangan. (foto/dian)

Medan,hetanews.com- Dua pengedar sabu, seberat 100 gram, Ari Irawan dan Ibnu Hanafi, masing-masing dihukum selama 8 tahun penjara.

Sidang beragendakan pembacaan vonis itu, diketuai Majelis Hakim, Abdul Azis, di ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (6/12/2018).

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada kedua terdakwa, masing-masing selama 8 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan,"tukas Majelis Hakim.

Kedua terdakwa, terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Menanggapi putusan itu, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kadlan Sinaga maupun kedua terdakwa melalui penasehat hukumnya, menyatakan pikir-pikir.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut masing-masing terdakwa selama 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Untuk diketahui, dalam dakwaan jaksa menyebutkan, petugas kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Sumut, menelpon Ari Irawan, sambil pura-pura memesan sabu sebanyak 100 gram. Setelah melakukan tawar menawar, disepakati harga 100 gram sabu sebesar Rp65 juta.

Lalu, Ari Irawan menelpon Ibnu Hanafi dan mengatakan akan membeli sabu 100 gram seharga Rp60 juta. Selanjutnya, Ibnu Hanafi menelepon Kairul Efendi untuk membeli sabu 100 gram. Kairul meminta kepada Ibnu Hanafi untuk mengantarkan uangnya dan akan diberi upah Rp2 juta.

Saat mau mengantar sabu tersebut kepada Ari Irawan, Ibnu Hanafi, mengajak Muhammad Benny Restu Syahputra (berkas terpisah) untuk ikut menemaninya dan menjanjikan upah Rp500 ribu.

Kemudian, Ari Irawan menyuruh agar Ibnu Hanafi, mengantarkan sabu tersebut ke Jalan Tengku Amir Hamzah, Medan Helvetia.

Sesampainya di tempat tujuan, ternyata pembeli merupakan anggota kepolisian, sehingga ketiganya langsung diciduk. Dari dalam tas sandang yang dibawa Ibnu Hanafi, polisi menyita sabu seberat 100 gram.

Penulis: dian. Editor: gun.