Mon 17 Dec 2018

Operator Warnet yang Dipanggil Napi Didakwa Miliki Sabu

Terdakwa disidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun,hetanews.com- Hanafi Tanjung alias Napi (26), sebagai operator warnet, didakwa miliki sepaket sabu, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (6/12/2018).

Menurut dakwaan jaksa, Viktor Purba, terdakwa ditangkap anggota Satnarkoba Polres Simalungun, Parlin Saragih dkk, pada Minggu, 22 Juli 2018, lalu,di warnet milik Paiman Tumanggor, di jalan Kauman Huta I Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas.

Dari saku celana, ditemukan sepaket sabu seberat 0,16 gram. Warga Huta I Kecamatan Gunung Maligas ini, mengakui sabu tersebut adalah milik Dimas (DPO) yang dibeli terdakwa dari Tompel (DPO).

Kepada polisi, terdakwa juga mengakui tidak tahu alamat Tompel, karena berhubungan lewat handphone dan sepakat transaksi, di jalan Majapahit Siantar. Sabu dibeli seharga Rp.200 ribu akan digunakan bersama-sama.

Didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba, terdakwa tidak keberatan dengan dakwaan jaksa. Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim, Roziyanti, Justiar Ronald, Mince Ginting, menunda persidangan hingga Kamis mendatang.

Jaksa Viktor Purba, menjerat terdakwa dengan pasal 114, 112 dan padal 127 (1) huruf a UU RI no 35/2009 tentang narkotika.

Penulis: ay. Editor: gun.