HETANEWS

Bupati Karo: Tol Medan – Berastagi agar Menjadi Prioritas DPR RI

Bupati Karo, Terkelin Brahmana bersama sejumlah kepala daerah lainnya, didampingi Anggota Komisi V DPR RI, Capt Anthon Sihombing dan Sahat Silaban saat konfrensi pers, usai rapat pembahasan usulan Tol Medan – Berastagi, di ruang rapat Komisi V DPR RI.

Karo,hetanews.com- Salah satu jalan strategis nasional yang banyak menjadi sorotan dan dianggap sangat penting bagi pertumbuhan dan merupakan penggerak roda perekonomian antar daerah dan provinsi, yaitu Jalan Medan – Kabupaten Karo. 

Kerugian akibat kemacetan jalan Medan-Berastagi yang terjadi sepanjang tahun, berdampak buruk bagi sirkulasi perdagangan dan perekonomian masyarakat.

Banyak sektor yang terganggu dan merugi seperti halnya sayur mayur dan komoditas hortikultura lainnya. Kerugian itu ditaksir mencapai Rp300 miliar per tahun.

Banyak pengusaha sayur dan hortikultura yang rugi akibat kemacetan yang terjadi. Barang-barang mereka terpaksa dibuang, karena busuk dan tidak jadi dibawa ke Medan, kalaupun sampai di Medan hasil-hasil pertanian dari sejumlah daerah itu akan busuk, sehingga tidak laku akibat terjebak kemacetan parah. Dan hal ini sudah bertahun tahun menjadi sorotan masyarakat Sumatera Utara.

Hal itu diungkapkan Bupati Karo, Terkelin Brahmana saat menemui Komisi V DPR RI, bersama rombongan Ikatan Cendikiawan Sumatera Utara (ICKSU), Komisi D DPRD Provsu, BPPJN Sumut, Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Dairi, Jimmy Andrea Lukita Sihombing, anggota DPRD Karo, Thomas Joverson Ginting, Kadis Perkim Pakpak Bharat Parlaungan Hutasoit, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karo, Paten Purba, Kepala Bappeda Karo,  Nasib Sianturi, Kamis (6/12/2018), di ruang rapat komisi V DPR RI Jakarta. 

Ketua ICK Sumatera Utara, Budi Derita Sinulingga, memaparkan ide dan kajiannya yang sudah setahun lalu diutarakan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut, bahwa betapa pentingnya pembangunan jalan tol Medan-Berastagi untuk akses mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi, dalam arti kata tidak ada jalan lain, dan harus.

Masyarakat beberapa kabupaten seperti Kabupaten Karo yang dikenal sebagai daerah pertanian dan pariwisata sangat terpukul dengan seringnya kemacetan jalan nasional Medan – Berastagi. Demikian juga Kabupaten Dairi, Pakpak Barat, Humbahas, Samosir, sebagian Simalungun dan Deliserdang dan juga sejumlah kabupaten/kota dari Nanggroe Aceh Daruisalam (NAD) yang melintasi wilayah Kabupaten Karo pulang dan pergi ke Kota Medan, jelasnya.

Anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting yang cukup getol memperjuangkan jalan tol Medan – Berastagi, menyampaikan terimakasih atas kesediaan Komisi V DPR RI, Capt Anthon Sihombing, dan Sahat Silaban yang telah menerima mereka, bersama rombongan. Kami ingin tahu, apakah Komisi V DPR RI mendukung pembangunan jalan tol Medan - Berastagi  yang sangat didambakan masyarakat propinsi Sumut, ucapnya.

Penulis: charles. Editor: gun.