HETANEWS

Dishut Samosir ‘Tangkap Lepas’ Satu Orang Pelaku Deres Getah Pinus, Buktinya Cuma 4 di Sel

Kantor Pos Kehutanan yang berada di Ronggur Nihuta. (foto/stm)

Samosir,hetanews.com- Penangkapan 5 orang pelaku penderes getah pinus yang dilakukan di kawasan hutan milik pemerintah, menuai pertanyaan besar.

Pasalnya, penangkapan yang terjadi pada Rabu (28/11/2018) lalu itu, Polhut Samosir terkesan membiarkan pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian.

"Hal ini terjadi, ketika mereka (pelaku,red) ini dikumpulkan, di satu titik oleh petugas kehutanan, dengan alasan ingin buang air kecil, “ungkap salah satu yang tertangkap,"ujar Kepala UPTD 19 Kabupaten Samosir,  Anggiat Simatupang kepada wartawan, ketika dikonfirmasi, pada Senin  (3/12/2018), sekira pukul 20.15 WIB, lalu.

Sementara Kasat Reskim, AKP Jonser Banjarnahor, membenarkan hanya 4 orang pelaku penderes getah pinus diamankan, yaitu di sel Polres Samosir. 

Sahata Purba, selaku Polhut ketika dikonfirmasi via telepon, Kamis  (6/12/2018), mengatakan, kelima orang pelaku tersebut, diserahkan langsung oleh pihak Dinas Kehutanan ke Polres Samosir, pada Rabu, pukul 20.00 WIB. Saat itu bersama orang Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, Anggiat Simatupang, selaku Kepala UPTD 19 Samosir, ujar Sahata dan nyatanya didalam sel, para pelaku hanya 4 orang saja. 

Hal yang sama dikatakan Kepala Tahti Polres Samosir, marga Kataren, ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (6/12/2018),  sekitar pukul 16.10 WIB, bahwa yang mereka terima hanya empat orang saja, bukan lima orang. 

Ketika Kepala UPTD 19 Kehutanan Samosir, kembali ditanyakan terkait toke getah pinus, marga Silitonga yang mendapat fasilitas pos pengawasan UPTD Kehutanan yang berada di Ronggur Nihuta, selama dua bulan ini? Dia mengatakan, bahwa itu atas kebijaksanaan Kepala UPTD Kehutanan Samosir. 

Barang-barang peralatan milik tokeh getah pinus yang berada di kantor ruangan Pos Kehutanan Ronggur Nihuta. (foto/stm) 

"Saya selaku Kepala UPTD 19 Kabupaten Samosir membenarkannya itu. Saya melakukan atas kebijakan saya sendiri tanpa diketahui oleh atasan saya, yaitu Kepala KPH 13 Dolok Sanggul, Bernat Purba maupun Kadis Kehutanan Provinsi, Harlen Purba. Dimana tokeh getah tersebut tidak ada melakukan pembayaran kepada saya atau sebaliknya, saya meminta uang kepada pak Silitonga, toke getah pinus itu," ujar Anggiat Simatupang. 

Anggiat Simatupang menambahkan, bahwa alasannya melakukan kebijakan dengan memfasilitasi oknum tokeh getah marga Silitonga itu, agar pos kehutanan ini bisa mereka rawat dan bisa membayar rekening listrik, karena biaya listrik tidak ada lagi dari kantor. 

Awak media juga sempat melihat didalam pos kehutanan tersebut, ada barang - barang atau peralatan alat kerja untuk menderes getah yang diduga adanya permainan dengan tokeh getah tersebut, dengan pihak Dinas Kehutanan yang berada di Samosir.

Baca juga: Dishut Diduga Tangkap Lepas Penderes Getah Pinus

Adapun anggota yang tinggal di Pos Kehutanan tersebut sebanyak tiga orang dan dua malam saja mereka tinggal disitu, guna membawa hasil getah pinus dari Sipira yang siap dijemput oleh tokeh getah pinus tersebut.

Anggiat juga menuturkan kepada awak media, bahwasanya tokeh getah tersebut sebelumnya sudah dilarang beroperasi sebelum ijin keluar dari Dinas Kehutanan Provinsi, yang dimana proses ijinnya lagi berproses kepada KPH.13 Dolok Sanggul yang nantinya akan dilanjutkan ke Dinas Kehutanan Provinsi.

Terpisah, kepala KPH 13 Dolok Sanggul, Bernat Purba, ketika diminta tanggapannya via telepon atas adanya kebijakan anggotanya yang memfasilitasi beberapa anggota tokeh getah pinus ini, hanya bungkam seribu bahasa, meski awak media sudah menjelaskan, bahwa wartawan sudah melakukan konfirmasi kepada Anggiat Simatupang terkait kebijakan fasilitas negara yang digunakan semena – mena, tanpa seizin pimpinan. 

Penulis: stm. Editor: gun.