Mon 17 Dec 2018

Dua Pembakar Escavator Diancam 7 Tahun Bui

Dua terdakwa disidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun,hetanews.com- Dua terdakwa pembakar escavator, Pandapotan Marbun (28), warga Kecamatan P.Silimakuta dan Lindos Pandapotan Girsang (33), warga Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, masing - masing dituntut 7 tahun penjara.        

Ancaman hukuman itu, dibacakan JPU, Augus Vernando Sinaga, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (6/12/2018).

Para terdakwa dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 187 (1) KUHPidana Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHPidana.        

Pembakaran itu telah direncanakan terdakwa Lindos, pada Kamis, 21 September 2018, sekitar pukul 20.30 WIB, dengan mengajak terdakwa Pandapotan yang dijanjikan akan diberikan upah. 

Lalu dua hari kemudian, keduanya mengendarai mobil L.300 menuju lokasi Galian Batu Simpang Bahwa.         

Sebelumnya, terdakwa Lindos, membeli aqua satu kotak yang berisi 12 botol. Lalu para terdakwa membuang airnya dan mengisi dengan pertalite. Sambil menyembunyikan mobilnya, para terdakwa langsung menyiram alat berat/ escavator milik saksi korban, Jekson Girsang tersebut hingga ludes terbakar.        

Lindos mengaku dendam dengan saksi korban yang sudah menjual tanah adat milik kakek terdakwa Lindos, juga kayu yang ada di atasnya. Sehingga hidup orangtuanya terdakwa menjadi susah.          

Didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba, kedua terdakwa minta agar hakim meringankan hukuman terdakwa.

Untuk putusan, majelis hakim, Roziyanti,  Justiar Ronald dan Mince Ginting, menunda persidangan hingga sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.