Mon 17 Dec 2018

Mobil Listrik Karya Anak Bangsa Siap Jajal Rally Dakar Argentina

Mobil listrik karya anak bangsa yang diberi nama Blits (Budi Luhur-ITS).

Jakarta, hetanews.com - Mobil listrik karya anak bangsa yang diberi nama Blits (Budi Luhur-ITS), diklaim siap menjajal ganasnya rute ekstrem pada ajang rally Dakar Argentina dalam waktu dekat.

Blots, mobil bertenaga 100 persen listrik hasil kolaborasi dua perguruan tinggi terkemuka, yaitu Universitas Budi Luhur dan ITS itu, sengaja didesain khusus untuk mengikuti Rally Dakar Argentina mulai dari tubular sasis, bentuk bodi, electric motor sampai dengan ketahanan baterai. 

“Projek Blits merupakan inovasi mobil listrik yang dilahirkan dari anak bangsa sendiri, yang bisa dikenal oleh dunia," kata Kasih Hanggoro, Ketua BPH Yayasan Budi Luhur Cakti saat di wawancara di Kota Padang, Kamis 6 Desember 2018.

"Maka dari itu, kita targetkan untuk mengikuti Rally Dakar yang merupakan rally paling ganas di dunia. Harapannya, Blits bisa mengikuti Rally Dakar dengan spesifikasi canggih dan ketahanan yang mumpuni, maka mobil biasa bisa kita ciptakan,” lanjutnya.

Kasih Hanggoro menjelaskan, saat ini Blits tengah melakukan uji coba jelajah nusantara dengan tema “PLN Blits Explore Indonesia”. Perjalanan Nusantara ini akan menempuh jarak 15.000 kilometer yang dimulai dari ITS Surabaya, Budiluhur Jakarta, Palembang, Medan, Aceh, Sabang, Pontianak, Sampit, Balikpapan, Samarinda, Makasar, Kendari, Manado, Ternate, Sorong (Papua), Manokwari, Jayapura, Marauke, Kupang, Labuan Bajo, Bima, Mataram, Bali, Banyuwangi, dan finis di Surabaya, sebelum kemudian berangkat untuk mengikuti rally Dakar.

“Kini, Blits menyambangi kota Padang. Padang merupakan kota kelima yang disinggahi oleh Blits. Dengan begitu, Blits telah menempuh jarak 2.810 kilometer yang dimulai dari Kota Surabaya, Jakarta, Bengkulu, Palembang dan Padang,” tambah Kasih.

Kasih mengklaim, hingga kini, perjalanan Blits dari kota ke kota, berjalan lancar sampai Padang dan memberikan pelajaran berarti bagi tim Blits. Karena kontur jalan Sumatera yang berbeda di Pulau Jawa.

“Jalur Sumatera di dominasi oleh tanjakan dan turunan yang menjadi tantangan mobil listrik Blits. Khususnya di daya tahan baterai dan tenaga mobil saat menghadapi tanjakan terjal. Kami juga mampu uji coba pengereman Blits saat turunan curam di jalur pegunungan," katanya. 

"Selain itu, saat turun hujan lebat di perjalanan, Blits tidak mengalami masalah berarti baik dari baterai ataupun perangkat mobil listrik lainnya. Dengan ini, kami lebih mengerti karakter Blits dan banyak mendapat data untuk peningkatan kemampuan mobil listrik ini,” jelasnya.

Mobil listrik karya anak bangsa yang diberi nama Blits (Budi Luhur-ITS)

Dalam perjalanannya, Blits selalu melakukan pengisian baterai di Rayon PLN yang berada di setiap Kabupaten atau Kota. Untuk proses pengisian baterai, selalu dilakukan setelah menempuh perjalanan 150 hingga 200 kilometer dengan lama pengisian sekitar 4 sampai 6 jam.

Setelah melewati Padang, Blits akan melanjutkan perjalanan ke Medan, Aceh dan berakhir di titik 0 kilometer yaitu Sabang. Jelajah Sumatera ini merupakan awal perjalanan PLN Blits Explore Indonesia, karena Blits akan melewati rintangan yang lebih berat dengan menelusuri perjalanan ke Pulau Kalimantan, Sulawesi, Papua, Bali dan berakhir kembali di Surabaya.

“Mobil listrik Blits ini belum dibilang bagus kalau belum bisa melewati 15.000 kilometer. Dari perjalanan itu, tim Blits baru mendapatkan data apa saja kekurangan dari mobil listrik ini dan akan di evaluasi kembali," jelasnya. 

"Setelah itu baru tim sempurnakan Blits yang tangguh untuk siap mengikuti Rally Dakar, yang merupakan Rally paling ganas di dunia,” tambah Hanggoro. 

sumber: viva.co.id

Editor: sella.