Mon 17 Dec 2018

Bos Lion Air Merasa Dikhianati, Siapkan Dokumen Batal Beli Pesawat Boeing Senilai 22 Miliar Dollar

Rusdi Kirana, pendiri Lion Air Indonesia.

Jakarta, hetanews.com - Pemilik Lion Air Group Rusdi Kirana disebut merasa dikhianati pihak Boeing. Ini lantaran respon Boeing yang dirasa menyudutkan pihak Lion Air dalam menanggapi kasus jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 Max 8 nomor penerbangan JT-610 di kawasan perairan Karawang akhir Oktober lalu. "Saya merasa dikhianati," ujarnya, Kamis (6/12/2018).

Pihaknya pun saat ini tengah mempersiapkan dokumen pembatalan pemesanan pesawat senilai 22 miliar dollar AS. "Saya sedang menyiapkan dokumen untuk mengajukan pembatalan. Semuanya sudah berdasarkan pertimbangan," lanjutnya.

Lion Air sendiri hingga saat ini telah memiliki armada jenis 737 MAX 8 yang dikirim sejak Mei 2017 lalu dan menjadi pembeli terbesar jenis tersebut setelah Southwest Airlines dan Flydubai.

"Lion Air adalah pelanggan berharga dan kami mendukung mereka selama proses sulit ini," ujar Boeing melalui keterangan tertulisnya.

Lion Air pun berencana akan menerima tujuh pesawat dengan jenis yang sama tahun depan, kemudian 24 lainnya di tahun 2020 dan dilanjutkan dengan 35 pesawat di tahun berikutnya.

Pesawat Boeing 737 MAX 8 yang lebih dulu dioperasikan Lion di Thailand. Model inilah yang jatuh di perairan Tanjung, Karawang, Senin (29/10/2018) pagi.
Pesawat Boeing 737 MAX 8 yang lebih dulu dioperasikan Lion di Thailand. Model inilah yang jatuh di perairan Tanjung, Karawang

Sampai saat ini jumlah 737 Max 8 yang sudah dikirim ke Lion adalah 11 unit, termasuk 1 unit yang mengalami kecelakaan pada 29 Oktober 2018 lalu.

Berdasarkan data Boeing yang dipublikasikan Bloomberg, Lion Air merupakan pembeli terbesar ketiga pesawat 737 Max dengan total nilai US$ 22 miliar atau sekitar Rp 134 triliun (kurs Rp 14.300/US$).

Adapun pembeli terbesar pesawat jenis itu adalah Southwest Airlines, diikuti Flydubai di posisi kedua.

Diberitakan sebelumnya, sumber Reuters menyatakan bahwa Rusdi Kirana marah karena pernyataan Boeing yang merespons hasil laporan awal Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kecelakaan 737 Max 8 yang digunakan dalam penerbangan Lion Air JT-610.

Kecelakaan itu terjadi pada 29 Oktober 2018 dan menewaskan 189 orang.

Sumber Reuters mengungkapkan Rusdi Kirana sangat marah atas apa yang dia anggap sebagai upaya Boeing untuk mengalihkan perhatian dari perubahan desain dan menyalahkan Lion Air atas kecelakaan penerbangan JT-610. 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.