Mon 17 Dec 2018

Datangkan Dokter dari Surabaya, RSCA Medan Diduga Melanggar UU

Gedung RSCA di Jalan Listrik No. 2A, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan. RSCA diduga melanggar UU Tentang Praktik Kedokteran. (foto/tim)

Medan, hetanews.com - Rumah Sakit Colombia Asia (RSCA) Medan yang terletak di Jalan Listrik No. 2A, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan diduga melakukan pelanggaran atas Undang Undang nomor 29 Tahun 2004 tentang praktik kedokteran.

Dugaan pelanggaran tersebut terjadi, Senin (12/11/2018). Pihak RSCA Medan melakukan tindakan medis terhadap korban penganiayaan berinisial JS yang mengalami pembukaan pangkal lengan kanan. Dalam hal ini RSCA Medan mendatangkan spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi, Dr. Heri Suroto, dr.,SpOT(K).

Pantauan hetanews.com yang mendampingi keluarga pasien, operasi dimulai pukul 11:30 WIB di lantai 2 RSCA Medan. Beberapa saat sebelum operasi dilakukan, wartawan yang berada di ruang tunggu melihat salah seorang dokter RSCA Mesan bernama Edwin memanggil keluarga pasien ke ruang yang terdapat di ruang tunggu tersebut.

Dr. Heri Suroto, dr.,SpOT(K) ketika mengedukasi keluarga pasien JS terkait tindakan operasi yang akan dilakukan di RSCA Medan, Senin (12/11/2018). (foto/istimewa)

Ternyata ketika itu Dr. Heri Suroto, dr.,SpOT(K) telah menunggu. Dari foto yang diterima hetanews.com, tampak Heri Suroto yang tercatat bertugas di Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan, Surabaya dengan mengenakan pakaian operasi memaparkan metode pengobatan yang akan ia gunakan terhadap pasien. Tak lama, keluarga pasien pun keluar dari ruangan pertanda operasi segera dilakukan.

Sekitar pukul 15:45 WIB, Heri Suroto keluar dari ruang tunggu dengan pakaian kasual dan berkaca mata. Kaos berkerah warna abu-abu dengan tulisan TRAUMA di dada kiri, celana taktical krem, sepatu pancus dan membawa dua tas. Terlihat Heri Suroto langsung menemui dua pria yang telah menunggu.

Kedua pria tersebut adalah ayah dan anak, warga Perumnas Mandala, Medan. Sang anak merupakan mantan pasien dari Heri Suroto pada 2017. Karena mengalami kecelakaan, sang anak mengalami luka parah yang memutus saraf di bagian kiri badannya. 

Oleh Heri Suroto, sang anak menjalani dua kali operasi pada 2017. Pertama dilakukan di RSCA Medan kemudian di Surabaya, tempat Heri Suroto berpraktik. Setelah bertukar cerita, Heri Suroto bersama seseorang memasuki lift untuk meninggalkan RSCA dan kembali ke Surabaya.

Penulis lalu menghubungi nomor seluler Humas RSCA Medan, Novel, Selasa (13/11). Panggilan pukul 10:34 WIB, 10:36 WIB dan 11:17 WIB di nomor telkomsel milik Novel tak terhubung. Demikian halnya panggilan ke nomor tri milik Novel pada pukul 10:39 WIB, 10:40 WIB dan 11:17 WIB. Meski nada panggilan terhubung, Novel tak mengangkat.

Lalu penulis mengirim salam perkenalan melalui aplikasi WhatsApp (WA) pukul 10:38 WIB. Novel pun membalas pada pukul 11:16 WIB. "Bisa dibantu bg (bang,red)," tulisnya.

Kemudian pukul 11:21 WIB, hetanews.com mengajukan pertanyaan soal tindakan medis yang dilakukan di RSCA Senin (12/11/2018) sekitar pukul 11.30 WIB dan apakah RSCA dan keberadaan Heri Suroto. Namun Novel tak menjawab. Pukul 11:22 WIB, Novel justru mengaku tak mendengar saat ditelpon.

Karena tak mendapat jawaban, penulis langsung menghubungi nomor WA milik Novel. Tentunya setelah mendapat persetujuan dari yang bersangkutan. Ternyata pemilik nama Novel ini adalah wanita, bukan pria seperti anggapan awal penulis. Setelah basa-basi, wartawan Anda langsung mengulangi pertanyaan tentang tindakan medis dan keberadaan Heri Suroto.

Mendengar pertanyaan tersebut, dengan alasan ingin mengecek data pasien terlebih dahulu, Novel meminta untuk membuat daftar pertanyaan yang diperlukan. Pukul 11:35 WIB, penulis mengirim pertanyaan tentang tindakan medis yang dilakukan RSCA dengan mendatangkan dokter dari Surabaya tersebut apa tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara ini.

Pukul 11:41 WIB, Novel membalas. "Sebentar ya bg". Ternyata, tiga suku kata tersebut menjadi balasan terakhir dari Novel. Pertanyaan-pertanyaan selanjutnya yang diajukan, seperti Heri Suroto yang bukan dokter di RSCA Medan. Begitu juga informasi dari keluarga pasien jika dari konsultasi sebelumnya, pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik menyatakan mampu menangani kasus yang dialami JS.

Termasuk mempertanyakan salah seorang dokter yang bertugas di RSCA bernama Edwin sengaja mengedukasi keluarga pasien untuk mendatangkan dokter dari Surabaya tersebut. Dimana tindakan dokter Edwin tersebut dapat diindikasi secara koorporasi RSCA melanggar UU nomor 29 Tahun 2004, Pasal 80 ayat (1) dan (2).

Pukul 21:39 WIB, hetanews.com juga mengirimkan foto saat Heri Suroto menemui mantan pasien sebelum kembali ke Surabaya setelah selesai melakukan operasi terhadap JS. Bukti keberadaan Heri Suroto di RSCA Medan. Semua hanya menunjukkan centrang 2 berwarna biru tanda telah dibaca tanpa jawaban.

Perlu diketahui, Pasal 37 ayat (1) Undang Undang nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran disebut, setiap dokter yang melakukan praktik kedokteran di Indonesia wajib memiliki surat izin praktik yang dikeluarkan oleh pejabat kesehatan yang berwenang di kabupaten/kota tempat praktik kedokteran dilaksanakan. Sementara, Heri Suroto sendiri diketahui bertugas di RS Adi Husada Undaan Wetan, Surabaya. 

Baca juga: Ada Apa dengan RSCA Medan?

Penulis: tim. Editor: anto.