Mon 17 Dec 2018

Ilmuwan Ini Temukan Sepatu Boot dari Abad ke-15

Ilustrasi arkeolog menemukan peninggalan zaman kuno. (Shutterstock)

London, hetanews.com - Menggali sisa-sisa masa lalu adalah usaha berharga mencari tentang bagaimana generasi sebelumnya menjalani kehidupan sehari-hari mereka. Dan sekarang kita dapat mengatakan bahwa mode di abad pertengahan jelas bertahan dalam waktu panjang.

Sebuah tim arkeolog di London menggali selokan, dan berhasil menemukan sisa-sisa manusia, yang diperkirakan berusia sekitar 500 tahun. Hebatnya, lelaki yang sudah lama meninggal itu mengenakan sepasang sepatu boot setinggi lutut yang telah diawetkan dengan sangat baik selama setengah abad terakhir.

Meskipun penyelidikan rinci belum dilakukan, kuburan berair tapi sepatu boot kulitnya masih dalam kondisi relatif baik ini memberikan banyak petunjuk.

Temuan mengerikan itu ditemukan awal tahun ini di Bermondsey oleh para arkeolog yang bekerja di terowongan Thames Tideway, terowongan sepanjang 25 km yang dibangun untuk memperbarui jaringan pembuangan kotoran Victoria.

"Dengan mempelajari sepatu boot, kami dapat memperoleh gambaran menarik tentang kehidupan sehari-hari seorang lelaki yang hidup pada 500 tahun lalu," kata Beth Richardson dari Museum of London Archeology (MOLA).

"Mereka telah membantu kami untuk lebih memahami bagaimana ia dapat membuat hidupnya dalam kondisi yang berbahaya dan sulit, tetapi juga bagaimana ia mungkin telah meninggal. Ini adalah hak istimewa untuk dapat mempelajari sesuatu yang sangat langka dan sangat pribadi," ujarnya.

Kerangka itu ditemukan di Chambers Wharf di Bermondsey, di mana pekerjaan saat ini sedang dilakukan untuk menghentikan pencemaran limbah di Sungai Thames oleh para insinyur proyek Tideway.

Jack Russell, pimpinan arkeologi Tideway, berkata bahwa program arkeologi Tideway telah memungkinkan pihaknya mengumpulkan bukti baru yang sangat menarik tentang bagaimana orang-orang London telah menggunakan sungai sepanjang sejarah.

"Saat kami bekerja menuju tujuan kami membersihkan Sungai Thames dan menghubungkan kembali London dengan itu, sangat penting untuk mengakui pelajaran yang dapat kami pelajari dari penemuan signifikan seperti ini," katanya.

Para ahli mengatakan bahwa gaya sepatu boot yang tidak biasa itu memperlihatkan asalnya dari akhir abad 15 atau awal abad ke-16. Karena harga kulit yang tinggi, itu sering digunakan kembali dan tim mengatakan tidak mungkin seseorang dikubur menggunakan barang yang sangat berharga.

Ratusan penemuan mayat di sepanjang Sungai Thames selama bertahun-tahun sering terjadi, tetapi sangat jarang menemukan sepasang sepatu boot yang diawetkan dengan baik.

Dugaan ini diperkuat dengan sol ekstra dan diisi dengan bahan yang tidak dikenal, mungkin lumut, dalam upaya untuk membuat mereka lebih hangat. Mereka akan ideal untuk mengarungi lumpur Thames yang lengket yang menunjukkan bahwa pemiliknya mencari nafkah dari sungai.

Selain alas kakinya yang khas, para ilmuwan juga menemukan beberapa petunjuk tentang identitas lelaki itu dari kerangkanya. Ada bukti osteoarthritis dan alur yang dalam pada giginya yang disebabkan oleh tindakan berulang seperti lilitan tali di antara gigi-giginya, yang mungkin sebagai seorang nelayan.

Niamh Carty, seorang ahli osteologi, mengatakan lelaki itu menjalani kehidupan yang aktif dan akan menderita rasa sakit dan ketidaknyamanan setiap hari.

Dia berkata bahwa mempelajari kerangka manusia memberikan wawasan luar biasa yang memungkinkan dirinya membuat osteo-biografi kehidupan seseorang.

"Dengan boot lelaki dan memeriksa giginya telah memberikan petunjuk tentang masa kecilnya dan tanda pada tulangnya telah memungkinkan kita untuk mengajukan ide tentang rasa sakit dan nyeri yang mungkin dideritanya setiap hari, beban pekerjaannya mengambil alih tubuhnya dan bahkan sedikit tentang seperti apa wajahnya," ujarnya.

sumber: suara.com

Editor: bt.