Mon 17 Dec 2018

Program GISA Tak Sesuai Janji, Gubernur Sumut Bilang Begini

Gubernur Sumut, Edy Rahyamadi. (foto/david)

Medan, hetanews.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi membantah jika pengurusan e-KTP pada program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) tidak sesuai yang dijanjikan. Yaitu selesai dalam satu hari.

"Enggaklah...Siaplah...Hanya beberapa karena banyaknya sehingga tak siap," ucap Edy Rahmayadi yang ditemui pada silaturahmi bersama insan pers di Ruang Rajainal Siregar, Kantor Gubsu, Rabu (5/12/2018).

Mantan Pangkostrad ini juga membantah jika terlambatnya pembuatan e-KTP tak lepas dari petugas yang tak serius dalam melayani masyarakat.

"Enggaklah...Kalau saya sempat lihat ke sana. Semua berusaha untuk berbuat yang terbaik. Enggaklah, enggak itulah. Salah itu," pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemprovsu melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sumut menggelar program GISA di Gedung Serba Guna Jalan Williem Iskandar, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang 3-6 Desember 2018. Pada brosur dan pengumuman yang tersebar tertulis jika pengurusan e-KTP hanya satu hari.

Baca juga: Pembuatan e-KTP Ricuh, Ratusan Warga Saling Dorong

Namun kenyataan di lapangan, hari pertama dan kedua program tersebut, warga justru kecewa. Seperti Upik (40) warga Jalan Bromo, Kecamatan Medan Denai. 

"Padahal dari semalam (3/120 saya, sampai siang ini belum juga dipanggil, sedangkan ada orang yang tadi pagi baru masukkan berkas sudah dipanggil tadi. Makanya saya heran bagaimana penyusunan berkas masing-masing orang, apalagi ini sudah mau sore, kalo tidak siap lagi berarti besok terpaksa balik lagi," ungkapnya, Selasa (4/12).

Baca juga: Program GISA Tak Sesuai Janji, DPRD: Harusnya Persiapkan Fasilitas Mumpuni

Hal itu disesalkan Ketua Komisi A DPRD Sumut, H. Mhd. Nezar Djoli. "Ya artinya pemerintah sebelum membuat program harus lebih dulu persiapkan fasilitas-fasilitas pendukung yang mumpuni. Semangat yang tinggi tanpa didukung fasilitas yang baik dalam program GISA akan menjadi blunder terhadap niat baik pemerintah," ucap Nezar Djoli.

Ia lantas meminta Pemprovsu bertanggungjawab menuntaskan program GISA meskipun harus memperpanjang waktu pengurusan. 

Penulis: david. Editor: anto.