HETANEWS

Proyek Tugu Sang Naualuh, Jhonson Tambunan: Ga Mungkin Kek Makan Cabe

Lokasi pembangunan tugu Sang Naualuh Damanik, di Lapanga H Adam Malik. (Foto: Hughes)

Siantar,hetanews.com- Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sampai saat ini belum mengeluarkan pernyataan tertulis, apakah memberhentikan pengerjaan proyek landasan dan pelataran tugu Raja Sang Naualuh, di Lapangan H Adam Malik.

Proyek pengerjaan tahap awal pembangunan tugu ini, sudah berlangsung hampir satu bulan. Plt Kadis PUPR, Jhonson Tambunan, mengatakan, pengerjaan sudah mencapai 35 persen fisik bangunan.

Jhonson mengatakan, pihaknya masih sebatas  memberikan himbauan secara lisan kepada CV Askonas Konstruksi Utama, yang sedang melakukan pengerjaan, di Lapangan H Adam Malik.

"Tadi sudah kita sampaikan secara lisan, kalau secara tertulis belum. Kita usahakan secepatnya," kata Jhonson saat dihubungi Hetanews.com, Selasa (4/12/2018) siang.

Meski demikan, Jhonson belum memastikan, apakah himbauan penyampaian secara lisan itu akan dilaksanakan oleh CV Askonas Konstruksi Utama. 

"Pas kita bilangkan, iya - iya katanya. Tapi gak taulah, kan kalau kita tinggalkan (pekerja proyek), orang itu kerja lagi," imbuhnya.

Disinggung mengenai surat untuk pemberhentian sementara proyek tugu Sang Naualuh Damanik, di Lapangan Adam Malik, sebelum dilakukan pemindahan, Jhonson terkesan berkelit memberikan penjelasan.

"Iya kan, gak mungkin kek makan cabai, gitu dimakan langsung pedas. Kalau surat tertulis itu masih kita proses lah," tukasnya. 

Tambunan, yang dimintai pendapatannya mengenai dampak yang ditimbulkan atas pemberhentian proyek tugu Sang Naualuh yang bersumber dari APBD TA 2018 senilai Rp.1,8 Milyar itu, hanya memberi jawaban singkat.

Baca juga: ni Penjelasan Walikota Hefriansyah Memindahkan Tugu Sang Naualuh Ke Lapangan Adam Malik

"Ya kalau diberhentikan, ya dampaknya berhenti, cemana mau dibilang," ucapnya seraya tertawa kecil. 

Plt Kadis PUPR ini juga belum mengetahui soal pemindahan tuga Sang Naualuh dari pertemuan antara Pemko Siantar dengan sejumlah organisasi keagamaan, suku dan ahli waris Sang Naualuh, di ruang Bappeda kemarin.

Ditemui terpisah, salah seorang pekerja pembangunan tugu Sang Naualuh yang ditemui di Lapangan H Adam Malik, Selasa siang (4/12/2018), sekira pukul 11.30 WIB, membenarkan jika salah seorang karyawan Dinas PUPR datang menemui mereka.

"Tadi memang ada yang datang, Pak Musa Silalahi. Katanya disuruh diberhentikan dulu sementara," kata pria yang mengenakan topi ini.

Penulis: gee. Editor: gun.