HETANEWS

Pindahkan Tugu Sang Naualuh, Wali Kota Hefriansyah Dituding 'Mengadu Domba'

H.Eduard Lingga (kemeja putih) ketika menyampaikan orasi dalam aksi damai yang digelar Gamis di Balaikota Siantar, Jumat (30/11/2018).

Siantar Hetanews.com- Kebijakan Wali Kota Hefriansyah memindahkan lokasi tugu Raja Sang Naualuh dari tempat yang telah disepakati di Lapangan Merdeka (sudut menghadap Bank BRI Siantar), ke Lapangan H. Adam Malik dinilai sebagai tindakan yang 'mengadu domba'.

Wali Kota Hefriansyah mengeluarkan surat No: 600/5289/X/2018 pada 29 Oktober 2018, terkait pemindahan tugu Sang Naualuh ke Lapangan H Adam Malik. Sementara pembangunan telah disepakati di Lapangan Merdeka, 4 Juni 2018 yang lalu.

Setelah pemindahan tempat tugu Sang Naualuh  itu dilakukan, muncul dinamika baru ditengah-tengah masyarakat Siantar. Hingga ada respon penolakan maupun dukungan dari organisasi keagamaan, suku dan Ahli Waris Simalungun.

Baca juga: Wali Kota Pindahkan Tempat Tugu Sang Naualuh ke Lapangan Adam Malik

Meski ada pro dan kontra, proyek pembangunan landasan patung itu terus berlanjut hingga kondisi bangunan telah dikerjakan, dengan perkiraan fisik bangunan sudah mencapai 35 persen.

Ketua DPP HIMAPSI, Rado Damanik menilai kebijakan pemindahan tugu yang dilakukan Hefriansyah itu adalah kebijakan coba coba, yang merugikan masyarakat Siantar. HIMAPSI, mewarning Wali Kota, Hefriansyah jika memindahkan tugu Sang Naualuh dari Lapangan Adam Malik.

"Ini kan mengadu domba namanya, menggangu-ganggu. Karena dibuatnya kebijakan kebijakan (pemindahan) yang tidak benar, itu lah mengadu domba," kata Rado Damanik disela-sela pagelaran Budaya, Gerakan Patunggung Simalungun, Senin (3/12/2018) sore, sekira pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Pembangunan Tugu Raja Naualuh Telah Disepakati, Letaknya di Taman Bunga

Dilain sisi, kebijakan pemindahan lokasi tugu Sang Naualuh ke Lapangan Adam Malik dinilai sebagai tindakan yang nyaris membenturkan umat di kota Siantar. Hal itu disampaikan Eduard Lingga diwawancarai terpisah.

Menurut Kordinator Gerakan Masyarakat Islam (Gamis) Kota Siantar ini, pihaknya tetap disikap awal yaitu menuntut pemindahan tugu Sang Naualuh dari Lapangan H. Adam Malik ini. 

"Kebijakan Wali Kota, Hefriansyah memindahkan lokasi tugu ke Adam Malik, secara tidak sadar, kita khawatirkan membenturkan umat. Kita gak mau gitu. Makanya kami selalu sopan dan santun dalam menyampaikan aspirasi," kata Eduard ditemui di kompleks Balaikota Siantar, Senin, Siang sekira pukul 11.30 WIB.

Baca juga: Wali Kota Pindahkan Lokasi Tugu Raja Sang Naualuh Setelah Ada Pemenang Tender

Kebijakan pemindahan tugu Sang Naualuh ke Lapangan Adam Malik dinilai sebagai tindakan melanggar Peraturan Daerah (Perda) No: 15 Tahun 1989 Pasal 3 tentang fungsi Adam Malik. 

Hal itu ditegaskan oleh Dewi, salah seorang peserta aksi dari Gamis saat berdialog dengan para  Anggota Komisi I DPRD Siantar, di ruang rapat komisi, Jumat (30/11/2018).

"Menurut kami, surat Wali Kota untuk memindahkan tugu ke Lapangan Adam Malik dipakai uang negara. Jika ini tetap dilanjutkan oleh Walikota, dan tidak digubris oleh DPRD, maka saya nyatakan semua kita terlibat dalam tindak korupsi," tegas dewi dihadapan Anggota Komisi I DPRD Siantar.

Penulis: gee. Editor: edo.