HETANEWS.COM

Dituntut 4 Tahun Bui, Terdakwa Penyuap Bupati Labuhanbatu Menangis Bacakan Pledoi

Terdakwa Asiong saat membacakan pembelaannya. (foto/dian)

Medan,hetanews.com- Suasana ruang sidang yang senyap, tiba-tiba berubah sedikit riuh, setelah Efendy Sahputra alias Asiong, terdakwa penyuap Bupati Labuhanbatu Non Aktif, Pangonal Harahap, menangis tersedu-sedu saat membacakan pembelaannya (pledoi), di ruang Cakra Utama, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (3/12/2018).

Di hadapan Ketua Majelis Hakim, Irwan Efendi, Asiong berharap hukumannya diringankan dan permohonannya sebagai justice collaborator (JC) dikabulkan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menuntut Direktur PT Binivan Konstruksi Abadi (BKA) ini selama 4 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan.

Dia dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Masih membacakan pledoinya, Asiong juga mengatakan, sudah turut membantu KPK membongkar kasus ini. Dia juga mengatakan, selama penyidikan kooperatif dan turut mencocokkan fakta penyidikan. 

Dengan kerjasamanya, lanjut Asiong, Operasi Tangkap Tangan (OTT) senilai Rp500 juta yang tidak memiliki barang bukti, karena penerima uang Umar Ritonga (orang kepercayaan Pangonal) masih melarikan diri, pun menjadi kasus pemberian uang kepada Pangonal yang nilainya melebihi Rp40 miliar. 

"Saya ungkap semua, tidak hanya pada 2018, tapi juga pemberian pada 2016 dan 2017," beber Asiong.

Asiong bercerita, jerat hukum yang dihadapinya berawal saat Thamrin Ritonga, salah seorang tim sukses Pangonal datang menemuinya pada 2016. Ketika itu Pangonal sudah terpilih, namun belum dilantik sebagai Bpati.

Thamrin meminta Asiong memberikan Rp7 miliar untuk membayar utang-utang Pangonal semasa kampanye. Pengusaha ini kemudian dipertemukan dengan Pangonal, di salah satu hotel di Medan, untuk membicarakan mekanisme pengembalian uang itu nantinya. 

Berdasarkan dakwaan, uang itu dibayar dengan proyek yang akan didapatkan Asiong. Uang yang diberikan kepada Pangonal, merupakan bagian atau fee proyek untuknya.

Setelah pertemuan itu, Asiong mengatakan, dia bertemu lagi dengan Pangonal. Pertemuan itu dilakukan di pendopo Bupati Labuhanbatu, setelah pelantikan.  

Baca juga: KPK Akan Periksa Ketua DPRD Labuhanbatu

Asiong mengaku, pihak Pangonal kerap meminta uang. "Saya terkadang kesulitan untuk memenuhinya, bahkan saya harus berutang," ungkapnya.

Meskipun pengembalian uangnya diberikan dalam bentuk proyek, Asiong mengklaim pengerjaannya tetap sesuai ketentuan. "Saya tetap menjaga kualitas proyek karena itu untuk kepentingan masyarakat Labuhanbatu," tukas Asiong.

Tak lupa, Asiong juga mengucapkan terima kasih kepada istrinya yang selalu setia mendampinginya, di persidangan. Dia juga meminta maaf kepada seluruh keluarganya yang turut menanggung malu akibat dari kasus ini.

Mendengar ucapan Asiong, istrinya juga tampak terisak dan menyeka air mata. Begitu pula dengan anak mereka yang turut hadir di persidangan.

Penulis: dian. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!