Mon 17 Dec 2018

Pelaku: Sehari Lima Kali Minta Sabu Aku

Tersangka (pakai sebo) diapit petugas. (foto/adr)

Medan, hetanews.com - Setelah ditangkap Tim Pagasus Polsek Patumbak, Wira Darma alias Uwenk (pembunuh mayat dalam sumur tua) mengaku menyesal karena telah ditangkap polisi. Namun ngerinya, ia  tidak menyesal telah mencabut nyawa Afian Winata Tarigan, saudaranya itu. 

Baca juga: Sempat Kabur ke Hutan, Uwenk Ditembak

"Nyesalnya karena ditangkap polisi, kalau mebunuh dia aku nggak nyesal aku Bang. Aku sudah kesal kali makanya aku nekat membunuh dia (korban)," ketusnya. 

Wira pun menyebut, jika dirinya sudah sangat dendam dengan korban. Hal itu ditenggarai karena korban selalu minta narkoba secara memaksa dan gratis kepada dirinya.

"Satu hari, dia bisa lima kali minta sabu saya. Jadinya aku kesal, Bang kubunuhlah," sebutnya.

Iapun mengaku, jika niat membunuh korban dengan kampak itu timbul karena dirinya selalu kalah berkelahi dengan korban. Tak punya cara lain, iapun memutuskan untuk menghabisi korban dengan kampak. 

"Aku kampak tiga kali di kepalanya, setelah mati aku buang mayatnya di sumur tua," ungkapnya.

Saat disinggung bagaimana dirinya bisa membuang jasad korban di dalam sumur tua, Wira pun mengaku jika itu usul dari adiknya, Abul. 

Baca juga: Mayat di Sumur Tua Terungkap, Afian Mati Dikampak Bandar Narkoba

"Yang punya usul buang di situ (sumur tua) adikku, Bang. Setelah kami bunuh, jasadnya kami balut pakai kain. Lalu mayatnya kami gendong saat suasana sepi dan buang ke dalam sumur," terang Wira. 

Masih Wira, dikatakannya juga dirinya sempat mengakui perbuatannya pada warga di kawasan Desa Sigara-gara. 

"Ada juga yang kukasih tau kalau aku sudah membunuh korban. Tapi aku gak nyesal sama sekali sudah membunuh korban, Bang," pungkas pria berambut ikal ini.

Penulis: adr. Editor: anto.