Mon 17 Dec 2018

Mayat di Sumur Tua Terungkap, Afian Mati Dikampak Bandar Narkoba

Pelaku saat diamankan Polisi. (foto/adr)

Medan,hetanews,com- Gagara sabu-sabu, Afian Winata Tarigan (27), tewas dikampak seorang bandar Narkoba. Setelah dihabisi, Wira Darma alias Uwenk (pelaku-red) pun membungkusnya dengan kain sparai, kemudian membuangnya, di dalam sumur tua.

Atas perbuatan kejinya, Polsek Patumbak, menghadiahi pelaku dengan timah panas, di kedua kakinya. 

Kapolsek Patumbak, Kompol Ginajar Fitriadi, didampingi Kanit Reskrim, Iptu Budiman Simanjuntak, mengatakan, tersangka ditangkap atas kasus pembunuhan, di Desa Sigara-gara, Patumbak, Selasa (27/11/2018) malam lalu.

Dimana, saat itu jenzah korban Afian Winata Tarigan (korban-red), ditemukan dalam kondisi terikat kain sprai, di dalam sumur tua, sebuah gudang kosong. 

"Pelaku ditangkap di Jalan Garu I, di sebuah warnet, dua hari setelah mayat korban ditemukan," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (2/12/2018) sore.

Ginanjar menjelaskan, dari pengakuan tersangka, pembunuhan tersebut dilakukan karena pelaku merasa kesal. Sebab korban kerap meminta narkotika jenis sabu kepada pelaku secara paksa. Pelaku sendiri, sebut Ginanjar, merupakan seorang pengedar narkoba.

"Pelaku sendiri ada dua orang. Satu tersangka lainnya berinisial HK (adik pelaku) saat ini masih DPO dan diburu,"jelasnya.

Ginanjar menceritakan, pembunuhan itu terjadi didalam kamar pelaku, pada tanggal 1 November 2018, lalu. Pelaku yang kesal karena dimintai sabu oleh korban, lalu mengambil kapak dan menghantamkannya ke kepala korban sebanyak tiga kali.

"Mayat korban sendiri baru ditemukan sekitar 3 minggu setelah kejadian pembunuhan," sebutnya.

Usai memukul korban dengan kapak, lanjut Ginanjar, kedua pelaku lalu menjerat korban dengan kawat. Setelah korban menginggal, kedua pelaku kemudian membungkus korban dengan kain, dan membuangnya kedalam sumur, lalu melarikan diri.

"Saat ditangkap, pelaku mencoba kabur dan melawan petugas dengan menggunakan dua buah obeng. Sehingga pelaku harus dilumpuhkan dengan tembakan pada kedua kakinya," pungkasnya.

Sementara itu, Wira mengatakan, dirinya melarikan diri, setelah mayat korban berhasil ditemukan. Namun kepada wartawan, ia mengaku menyesal karena telah membunuh korban.

"Saya menyesali perbuatan yang telah saya lakukan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, pria bertato ditemukan tewas terbungkus kain seprai, di sumur tua, Jalan Pertahanan Patumbak, Dusun II, Desa Sigara-gara, Patumbak, Selasa (27/11/2018) malam. Diduga, korban yang belakangan diketahui bernama Apri (27), warga Desa Sigara-gara Dusun II, Patumbak itu.

Menurut informasi, penemuan mayat itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang mencium bau busuk dari dalam gudang botot kosong. Kemudian, warga berinisiatif mengecek gudang tersebut guna memastikan asal bau bangkai tersebut. 

Begitu dicek, warga melihat jasad manusia terapung di dalam sumur sedalam sekitar 6 meter itu, terbungkus dengan kain seprai berwarna ping dan yang terikat dengan tali rafia dibagian kaki, kepala serta bagaian tubuh. Terkejut melihat ada mayat terapung, warga pun kemudian menginfokannya kepada warga lainnya hingga terdengar sampai ke telinga pihak Polsek Patumbak. Tak lama berselang, tim Polsek Patumbak pun terjun ke lokasi guna melakukan penyelidikan disusul tim Inafis Polrestabes Medan. 

Penulis: adr. Editor: gun.