HETANEWS

Diduga Korban Pembunuhan, Mayat Wanita Berhelm Ditemukan di Boyolali

Mayat Perempuan Berhelm Korban Pembunuhan. (foto/Arie Sunaryo)

Boyolali, hetanews.com-Sesosok mayat berjenis kelamin perempuan yang masih mengenakan helm, ditemukan warga tergeletak di sebuah ladang di Dukuh Banjar Sari, Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Minggu (2/12). Diduga mayat tersebut sebagai hasil tindak kekerasan atau pembunuhan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, mayat perempuan nahas itu diketahui oleh warga bernama Nardi (60) sekitar pukul 5.30 WIB. Saat itu ia hendak pergi bercocok tanam di ladang miliknya. Namun ia melihat korban tergeletak di ladang dengan kondisi mengenakan helm.

"Jadi korban itu masih pakai helm, celana leging hitam, jaket dan jilbab merah. Kemudian saya memberi tahu tetangga dan melaporkan ke Polsek Mojosongo," ujar Nardi.

Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto menerangkan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun tidak ditemukan kartu identitas korban. Berdasarkan dari pengecekan data administrasi melalui identifikasi sidik jari, diketahui korban bernama Eka Rahma Apriyanti ivada (24), warga Desa Ngadigunung, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

"Korban ini bekerja sebagai kasir di toko bangunan di dekat indekosnya di Kampung Surowedanan, Kelurahan Pulisen, Boyolali Kota," katanya.

Kasatreskrim menambahkan, hasil pemeriksaan juga tak ditemukan luka di tubuh korban. Untuk penyebab kematian masih menunggu keterangan dokter forensik yang melakukan autopsi.

Meskipun informasi masih terbatas, kuat dugaan Eka adalah korban pembunuhan. Indikasinya, selain ditemukan di tengah ladang, posisi korban masih memakai pakaian lengkap serta memakai helm, tapi tak menggunakan alas kaki.

"Penyisiran di sekitar lokasi penemuan juga tak ditemukan alas kaki korban. Sehingga kemungkinan besar korban dibunuh di tempat lain kemudian dibuang di lokasi jasad ditemukan," katanya.

Lebih lanjut Kasatreskrim menyampaikan, selain tempat penemuan, pihaknya juga sudah memeriksa tempat indekos korban untuk menggali informasi. Berbagai barang pribadi milik korban diamankan. Beberapa saksi sudah dimintai informasi. CCTV di tempat indekos korban juga diperiksa untuk mengetahui waktu korban keluar dari indekos.

"Dari keterangan para saksi, korban tak bisa berkendara dan tak memiliki sepeda motor," pungkas dia.

sumber: Merdeka com

Editor: sella.