HETANEWS

Beri Cendramata, Pindahkan Tugu, Hefriansyah Kembali Dituntut Pemakzulan

Wali Kota Siantar, Hefriansyah Noor saat memberikan kata sambutan pada perayaan hari jadi kota Siantar, 24 April 2018, lalu, di Pamatang. (foto/gee)

Siantar,hetanews.com- Pemakzulan Wali Kota Siantar, Hefriansyah, kembali disuarakan. Kali ini, sejumlah organisasi dari kelompok suku Simalungun, menyurati Presiden Jokowi, Mendagri, Gubernur dan DPRD Siantar.

"Kami sudah melayangkan suratnya,"kata Ketua KNPSI, Jan Wiserdo Saragih saat dihubungi Hetanews.com, Sabtu (1/12/2018).

Surat tertanggal 27 November 2018 itu, melanjutkan tuntutan dan aspirasi dari etnis Simalungun atas dugaan penistaan yang dilakukan Wali Kota Siantar, kepada etnis Simangun, pada HUT Siantar, April 2018, lalu.

Melalui surat kali ini, kembali meminta agar Hefriansyah dimakzulkan dari jabatannya sebagai Wali Kota Siantar. Seperti yang dilansir dari surat tersebut, berikut bentuk penistaan kepada ernis Simalungun yang dimaskud.

Pada tanggal 8 Nopember 2018, saat memberikan cenderamata kepada Pejabat PLN, Wali Kota, Hefriansyah memberikan cenderamata kain ulos dari daerah lain dan bukan Hiou Simalungun.

Kemudian Wali Kota memindahkan lokasi pembangunan Tugu Raja Sang Naualuh dari Jalan Sang Naualuh ke Lapangan Merdeka. 

Padahal sebelumnya, telah dilakukan peletakan batu pertama dan penetapan lokasi tersebut berdasarkan kajian dan hasil seminar.

Selanjutnya pada tanggal 10 November 2018, Wali Kota, memindahkan lagi lokasi pembangunan Tugu Raja Sang Naualuh dari Lapangan Merdeka ke Lapangan H Adam Malik.

Pemindahan itu, dilakukan peletakan batu pertama, padahal penempatan sebelumnya di Lapangan Merdeka sudah berdasarkan kajian ilmiah dari ahli Universitas Sumatera Utara.

Kemudian penempatan tempat telah disepakati oleh Ahli Waris, Yayasan Sang Naualuh, Ihutan Bolon Damanik dan tokoh besar Etnis Simalungun seperti Prof.Dr. Bungaran Saragih, Irjen.Pol Wagner Damanik dan Dr. Sarmedi Purba.

Seperti yang dikutip dari surat tersebut, pemberian cendramata dan kebijakan memindahkan lokasi pembangunan tugu Raja Sang Naualuh Damanik, dinilai sebagai bentuk pelecehan dan penghinaan yang luar biasa.

Bahwa kesimpulan Panitia Angket DPRD atas dugaan penistaan terhadap etnis Simalungun  telah memutuskan untuk agar Hefriansyah dimakzulkan atau diberhentikan dari jabatannya.

Baca juga: Jan Wiserdo: Kami Pastikan Pemakzulan Hefriansyah Berlanjut, Kami Ingin Ukir Sejarah

Untuk itu dimintakan kepada DPRD Siantar untuk memproses kembali tuntutan pemakzulan Hefriansyah sebagai Walikota Siantar  dengan pertimbangan:

Wali Kota, Hefriansyah tidak menyadari kesalahannya, tetapi justru kembali melakukan pelecehan  dan penghinaan yang dianggap sebagai penistaan kepada etnis Simalungun.

Akan lebih mudah bagi DPRD Siantar untuk memproses pemakzulan Hefriansyah sebagai Wali Kota Siantar, dengan membentuk Panitia Angket yang baru.

Adapun organisasi dan kelompok etnis Simalungun yang kembali menyurati pemakzulan atau impeachment ini ialah, IKEIS, DPP GEMA ISI, DPP KNPSI, DPP GERHANMAS dan DPC HIMAPSI Siantar.

Penulis: gee. Editor: gun.