HETANEWS

Bona Uli Rajagukguk: PT SBSJJ Tidak Lakukan Perambahan

PT Sumber Bumi Sawit Jadi Jaya. (foto/pranoto)

Simalungun,hetanews.com- Bona Uli Rajagukguk (BUR), oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Simalungun, membantah jadi "beking" perambahan hutan register 18, oleh PT Sumber Bumi Sawit Jadi Jaya (SBSJJ).

Menurutnya, tindakan yang dilakukan PT SBSJJ, justru bukanlah perambahan, melainkan ada dasar yang dimiliki perusahaan pengolahan Crude Palm Oil (CPO) tersebut, terkait izin maupun status hak atas tanah.

Dengan dalih Surat Keterangan Tanah (SKT) berikut rekomendasi yang ditandatangani oleh Pangulu Buntu Bayu, BUR tetap bersikukuh, bahwa PT SBSJJ tidak melakukan pelanggaran seperti yang santer diberitakan sebelumnya.

"Untuk membangun industri itu, membutuhkan dana yang tidak sedikit. Bagaimana mungkin PT SBSJJ dikatakan merambah hutan. Merambah hutan itu kan menebang pohon-pohon di sana, sedangkan itu tidak pernah dilakukan,"ujarnya.

BUR juga menyangkal data-data yang disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II, Joner Sipahutar, yang menyebut ada 3.4 hektar lahan hutan register 18 yang disebutnya diduduki PT SBSJJ.

Baca juga: Komisi III DPRD Simalungun akan Panggil PT SBSJJ dan Pihak Pemberi Izin

Baca juga: Terkait PKS PT. SBSJJ, Wagubsu Perintahkan Staf Ahli: Kita Tegakkan Aturan

Baca juga: LSM Agresi Desak Poldasu Segera Proses PT SBSJJ

Baca juga: Soal PT SBSJJ, Joner: Saya Tidak Ada Hubungan Apa-apa

Baca juga: Ada 3,4 Hektar Lahan PT. SBSJJ Berada di Atas Hutan Register 18

"Darimana datanya, bahwa ada yang diduduki? Mereka (UPT KPH Wilayah II) tidak pernah melakukan sosialisasi apapun di Nagori Buntu Bayu ini,"katanya.

Saat hetanews.com menunjukkan peta SK 579 Tahun 2014 Tentang Kawasan Hutan di Sumatera Utara (register 18), BUR mengatakan, SK itu tidak sesuai dengan SK sebelumnya.

"Dalam SK 44 Tahun 2005, kawasan ini tidak masuk dalam hutan. Sementara disini (SK 579) masuk dalam kawasan hutan," terangnya.

Sementara itu, Pangulu Buntu Bayu, Lumuntar Saragi, sebelumnya mengakui didatangi BUR untuk menandatangani surat pernyataan, terkait pendirian Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT SBSJJ, namun ia menolak.

"Saya menolak menandatangani karena itu masih kawasan hutan, dan saya ada pegang petanya,"ucap Lumuntar.

Penulis: pranoto. Editor: gun.