Simalungun, hetanews.com - Setelah lebih kurang 40 hari pengusutan aliran dana Kapal Motor (KM) Sinar Bangun ditangani pihak Kejari Simalungun, akhirnya diambil alih oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Sumut.

Demikian diungkapkan Kasi Intel Kejari Simalungun, Robinson Sihombing, SH bersama Kasi Pidsus Rendra Y Pardede, SH kepada wartawan, Kamis (29/11/2018). Surat BPK yang mempertanyakan tentang pengusutan KM Sinar Bangun oleh Kejaksaan, diterima akhir Oktober 2018.

"Sesuai Inpres No. 1/2016, sebelum penyelidikan atas laporan masyarakat, harus mendahulukan pemeriksaan internal. Tidak bisa dua lembaga memeriksa satu objek dugaan perkara. Jadi pengusutan dana KM Sinar Bangun masuk ranah pemeriksaan BPK," jelas Robin.

Maka, lanjutnya, pihak kejaksaan untuk sementara menutup kasus itu menunggu hasil pemeriksaan dari BPK. Jika ada temuan, maka dalam waktu 60 hari akan ditindaklanjuti.

Sebelumnya pihak Kejari Simalungun telah memeriksa sejumlah panitia dalam bencana KM Sinar Bangun yang diketuai Mudahalam Purba selaku Kepala BPBD Simalungun. Panitia yang terdiri dari beberapa dinas telah menerima sejumlah aliran dana KM Sinar Bangun yang bersumber dari APBD Pemkab Simalungun Tahun 2018.

"Karena masih tahun berjalan, maka pengusutan masih ranah BPK sesuai Inpres No.1/2016," jelas Robin.