HETANEWS

APBD TA 2019 Disahkan, Begini Kata Walikota Medan

Paripurna pengesahan APBD Kota Medan TA 2019 di DPRD Medan, Rabu (28/11/2019). (foto/dores)

Medan, hetanews.com - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Medan Tahun Anggaran 2019 akhirnya disahkan, Rabu (28/11/2018). 

Persetujuan APBD Medan 2019 ditandai penandatanganan Keputusan Bersama DPRD Medan dan Walikota Medan tentang Persetujuan Terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Medan TA 2019, yang dilakukan oleh Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung bersama Walikota Medan, Drs. H.T. Dzulmi Eldin, M.Si.

APBD Medan 2019 yang disahkan tersebut terdiri dari Pendapatan Daerah sebesar Rp6.118.774.024.238 dan Belanja Daerah Rp6.134.655.766.238 atau defisit anggaran sebesar Rp15,881 miliar. 

Walikota Medan, Dzulmi Eldin mengaku bersyukur, pembahasan dan persetujuan terhadap Ranperda APBD TA 2019 berjalan konstruktif. "Hal ini tentunya menjadi langkah awal, untuk terus meningkatkan kinerja implementasi pelaksanaan anggaran secara lebih baik lagi pada masa yang akan datang, dengan lebih tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran," ucap Eldin. 

Pemko Medan, lanjutnya, melalui organisasi perangkat daerah (OPD) relevan dan tim anggaran pemerintah daerah, bersama-sama dengan DPRD Medan telah membahas Ranperda APBD TA 2019. Pembahasan struktur, batang tubuh dan substansi APBD dilakukan secara mendalam, cermat bahkan cukup kritis dengan memperhatikan prinsip-prinsip dan azas-azas penyusunan anggaran yang berlaku. 

Selanjutnya, melalui tahapan dan proses ini telah disetujui proyeksi pendapatan daerah, belanja, maupun pembiayaan daerah secara lebih realistis, dan logis. Dari sisi pendapatan, disetujui proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp6,11 triliun lebih. Dari sisi belanja, disetujui proyeksi belanja daerah sebesar Rp6,13 triliun lebih. 

"Alokasi belanja daerah ini terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp2,07 triliun lebih dan belanja langsung sebesar Rp4,05 triliun lebih. Kemudian, dari sisi pembiayaan, disetujui pembiayaan penerimaan sebesar Rp35,88 miliar, dan pembiayaan pengeluaran sebesar Rp20,00 miliar," ungkapnya.

Penulis: dores. Editor: anto.