HETANEWS

Dituding Otak Korupsi di Sergai, JMM Sumut Minta Gubsu Copot Agus Tripriyono

Massa JMM Sumut saat aksi damai di kantor Gubernur Sumut.

Medan, hetanews.com - Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Agus Tripriyono diduga melakukan korupsi Dana Bansos Kabupaten Serdang Berdagai (Sergai) ketika menjabat sebagai Kadis Pengelolaan Keuangan dan Aset (PPKA)  Sergai dari APBD 2009-2010 lalu.

Hal itu diserukan Jaringan Masyarakat Mandiri (JMM) Sumatera Utara di depan kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro No. 30 Medan, Rabu (28/11/2018).

Dari seorang sumber memaparkan data dan transaksi mulai daftar lembaga penerima dana bansos yang diduga fiktif dan mark up anggaran. Serta kwitansi senilai Rp500 juta diberikan kepada oknum pejabat Sergai untuk memuluskan "jatah kue dana bansos" .

Tak tanggung, APBD 2009-2010 yang diperuntukkan melalui bansos diduga bocor sebesar Rp113,5 miliar. Diantara proposal bodong yang digunakan membobol uang rakyar itu atas nama kegiatan renovasi Mushola Nurul Muttaqin Desa Pematangtatal, Perbaungan, panitia lomba busana muslim dan ayat-ayat pendek Desa Karanganyer, Kecamatan Pegajahan, STM Nurul Hidayah Desa Lubukbayas Perbaungan, bantuan kegiatan panitia pembangunan perluasan Mushola Al-Abrar Desa Kesatuan, Perbaungan, panitia pembangunan Mushola Al-Mukarromah Desa Lubukbayas, panitia renovasi Mushola Amaliah Desa Bengkel Perbaungan, kegiatan Remaja Mesjid Isriqmal Desa Bengkel, Perbaungan.

Untuk melancarkan upaya membobol uang rakyat itu, diduga dengan memalsukan tanda tangan camat, kepala desa, nazir mesjid dan para pengurus dan panitia acara keagamaan. 

Dari total dana bansos APBD 2009-2010 sekitar Rp.113,5 miliar yang diubah statusnya menjadi dana hibah. Diduga bagi modal Pilkada Sergai tahun 2010 yang mengantarkan Erry Nuriadi menjadi Bupati Sergai periode kedua. Mantan Kadis PPKA, Agus Tripriyono disebut sebagai aktor utama soal dana bansos yang terindikasi tindak pidana korupsi pada APBD 2009-2010 senilai Rp17 miliar, dengan mencairkan sejumlah proposal yang diduga bodong bersamaan dengan anggota DPRD Sergai.

"Agus Tripriyono diduga menikmati dana bansos senilai Rp17 miliar pada APBD 2009-2010," seru koordinator aksi, Dalil Rambe. 

Dugaan kecurangan lain dilakukan Agus karena banyaknya proposal fiktif yang dicairkannya pada masa jabatan nya sebagai Kadis PPKA dengan menggunakan stempel lembaga yang tidak pernah ada kaitannya. Diduga Agus bekerjasama dengan salah seorang anggota DPRD Sergai berinisial NRS. 

Pada aksi tersebut massa meminta kasus-kasus korupsi yang sudah lama terbungkus diusut kembali, serta meminta Gubernur Sumatra Utara menyatakan sikap, dan bersikap tegas atas kasus yang menjerat Agus Tripriyoni agar sumut Bermartabat. 

Meminta dan mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara melakukan pembenahan dan membuka catatan korupsi yang belum juga diusut tuntas hingga kini. Meminta Kejatisu mengusut hingga tuntas terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Agus Tripriyono yang menjadi aktor utama korupsi massal di Pemkab Sergai. 

Massa juga meminta Edy Rahmayadi memberhentikan Agus Tripriyono yang diduga terjerat korupsi agar Sumut Bermartabat. 

Penulis: david. Editor: anto.