HETANEWS

Ratusan IRT di Pangururan Korban Penipuan Arisan Online

Bukti slip setoran uang ke rekening Tiodor boru Parhusip (atas), STPL dari Polres Samosir (bawah kiri), korban penipuan, Yanti Silalahi (bawah kanan). (foto/stm)

Samosir, hetanews.com - Ratusan ibu-ibu di Pangururan, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir jadi korban penipuan modus arisan online.

Dituturkan salah seorang korban, Yanti Silalahi, arisan online ini sudah berlangsung lebih kurang empat bulan. Para korban dijanjikan keuntungan Rp5 juta kalau mengambil 10 paket dengan menyetor dana sebesar Rp13 juta. 

"Dalam tempo 30 hari dana tersebut kembali menjadi Rp18 juta," jelas warga Desa Tomok, Kecamatan Simanindo kepada hetanews.com, Rabu (28/11/2018).

Namun, hingga berita ini tayang, Yanti dan ratusan korban lainnya tak kunjung menerima kembali uang yang telah mereka setor ke nomor rekening atas nama Tiodor boru Parhusip.

Yanti mengaku, para korban telah tiga kali menemui Tiodor boru Parhusip untuk mempertanyakan hak mereka. Ketika itu Tiodor berjanji akan mengembalikan uang para korban. "Saya akan ganti kerugian kalian dengan mencicil, tapi biarkan dulu saya bekerja di ladang," ucap Yanti menirukan Tiodor.

Para korban menilai alasan Tiodor hanya mengada-ada. Pada pertemuan ketiga, Tiodor diminta menjual harta benda miliknya senilai Rp300 juta guna menyicil kerugian korban. Tapi Tiodor tidak mengindahkan permintaan korban penipuan ini. Padahal kerugian seluruh korban arisan online tersebut ditaksir mencapai Rp10 miliar.

Kecewa, Yanti Silalahi lantas melaporan peristiwa itu ke Polres Samosir. Hanya saja, meski semua alat bukti berupa slip transfer uang ke rekening Tiodor sudah diberikan, pelaku belum diproses (BAP) maupun diamankan.  

Penulis: stm. Editor: anto.