HETANEWS.COM

GPS Dukung Pembangunan Tugu Sang Naualuh Di Lapangan Adam Malik

Foto bersama Tokoh Adat, Budayawan Simalungun, Perwakilan Organisasi Simalungun dan HIMAPSI, Senin (26/11/2018). (dok istimewa)

Siantar Hetanews.com- DPP HIMAPSI memfasilitasi pertemuan bersama Tokoh Adat, Budayawan Simalungun dan Perwakilan Organisasi Simalungun, dalam menyikapi pro dan kontra atas pembangunan tugu Raja Sang Naualauh Damanik yang sedang berlangsung di Lapangan Hj. Adam Malik. 

Pertemuan ini mengulas sejarah Raja Sang Naualuh Damanik hingga rencana awal pembangunan tugu, yang belakangan muncul pro dan kontra akibat perpindahan tempat oleh Walikota Hefriansyah.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPP HIMAPSI Friado Damanik menyatakan dukungan agar pembangunan tugu dilanjutkan di Lapangan H. Adam Malik. "Jangan bergeser sedikitpun (lokasi pembangunan),"kata Friado, saat pertemuan di Aula Fakultas Hukum, Senin (26/11/2018).

Baca juga: Jan Wiserdo: Kami Pastikan Pemakzulan Hefriansyah Berlanjut, Kami Ingin Ukir Sejarah

Hendri Damanik salah seorang Tokoh Simalungun menuturkan, saat ini 7 kerajaan Simalungun sedang mengikuti kegiatan di Festival Keraton Nusantara (FKN) yang diadakan di Sumatera Barat. Meski demikian, Pagaruyung menyatakan sikap untuk mendukung pembangunan tugu Sang Naualuh Damanik di lapangan Hj. Adam Malik

" Mereka para keturunan Raja menyatakan bahwa pembangunan tugu Raja Siantar Sang Naualuh Damanik harus tetap di lapangan Hj. Adam Malik," ujar Hendri menyampaikan pesan.

Baca juga: DPRD Siantar Didesak Tindak Lanjuti Hasil Pansus Hak Angket

Raja Sang Naualuh ialah Raja yang sangat toleran terhadap suku, agama, ras, dimasa kerajaannya. Raja Sang Naualuh Damanik melawan keras masa penjajahan belanda, sehingga sangat sulit menaklukkan Tanah Habonaron Do Bona. Pada masa hidupnya hingga akhir hayatnya di pengasingan (Bengkalis),  Sang Naualuh Damanik tidak pernah menyatakan tunduk kepada Belanda. 

Hasil Pertemuan Bentuk Gerakan Patunggung Simalungun

Selain mendukung agar pembangunan Tugu Raja Sang Naualuh dilanjutkan, hasil pertemuan ini mendeklarasikan sebuah gerakan dukungan yang dinanamakan Gerakan Patunggung Simalungun (GPS). Friado Damanik pun diangkat sebagai koordinator umum GPS. 

Baca juga: Wali Kota Pindahkan Lokasi Tugu Raja Sang Naualuh Setelah Ada Pemenang Tender

Selanjutnya, GPS akan menggelar rapat akbar atau Harungguan Bolon, yang direncanakan pada Senin 3 Desember 2018.  Kegiatan yang dilaksanakan nantinya berupa pagelaran budaya,  Napak Tilas,  Ziarah ke Jorat (makam) Raja Siantar, diisi oleh pagelaran budaya dari suku suku yang ada di kota Siantar. 

Baca juga: Tugu Sang Naualuh, Rado Damanik: Kan Sudah Ada SK Wali Kota Soal Tempat

"Raja Sang Naualuh bukanlah Raja Suku Simalungun, namun Raja bagi semua masyarakat di Kota Siantar. Tentunya usul pembangunan Tugu Sang Naualuh juga merupakan usul seluruh elemen masyarakat yang ada di Siantar,"tutup pria yang akrab disapa Rado ini mengakhiri. 

Dalam pertemuan tersebut di hadiri oleh  KJS (Komunitas jejak Simalungun),  Sanggar Budaya Sihoda, perwakilan Tumpuan Damanik,  perwakilan Marga Purba Dasuha, perwakilan Marga Purba Pakpak,  perwakilan Marga Sinaga dari Tanah Jawa.

Penulis: gee. Editor: edo.