HETANEWS

Amini Sejumlah Masalah, KPU Medan Lakukan Ini di Pemilu 2019

Ketua KPU Medan, Agussyah Damanik memberi penjelasan terkait persiapan menghadapi Pemilu 2019 dalam RDP, Senin (26/11/2018). (foto/dores)

Medan, hetanews.com - Ketua KPU Medan, Agussyah Damanik tak menampik kerumitan dari lima surat suara pada Pemilu 2019. “Memang kami akui Pemilu ini sebagai even yang rumit. Tapi kami berusaha maksimal, profesional  menuntaskan Pemilu serentak pertama ini,” kata Agussyah.

Disebutkannya, sesuai aturan, penghitungan suara dilaksanakan di hari yang sama dengan pemungutan suara. Dengan jumlah pemilih paling banyak 300 pemilih/TPS diperkirakan perhitungan suara bisa sampai tengah malam. Keterlambatan juga bisa dikarenakan pengetahuaan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).
 

“Kalau tidak banyak dinamika, atau pertentangan dari peserta dan Pengawas Pemilu, mudah-mudahan bisa tercapai,” jelasnya. 

Untuk itu, pihaknya akan melakukan seleksi KPPS semaksimal mungkin. Mengedepankan KPPS yang memahami teknologi. “Kami juga berencana akan melakukan bimbingan teknis bersama dengan jajaran Bawaslu,” ungkap Agussyah. 

Terkait C6 tidak terdistribusikan pada pemilu sebelumnya, masih Agussyah, dikarenakan beberapa faktor. Pertama, pemilih sudah tidak ada, kedua petugas tidak berhasil menemui pemilih dan yang ketiga karena memang tidak disampaikan oleh petugas.

“Kalau memang sengaja (tidak didistribusikan) memang menjadi masalah,” katanya.

Agus mengatakan, dengan pendataan pemilih yang ‘ketat’ diyakini dapat mengurangi persoalan tidak tersebarnya C6. “Mungkin, kami tidak bisa menjamin 100 persen, akan tetapi kami akan berupaya lebih baik,” janji Agussyah. 

Baca juga: DPRD Pertanyakan Kesiapan KPU Medan Hadapi Pemilu 2019

Penulis: dores. Editor: anto.