HETANEWS

DPRD Pertanyakan Kesiapan KPU Medan Hadapi Pemilu 2019

Suasana RDP DPRD Medan dengan KPU dan Bawaslu Medan, Senin (26/11/2018). (foto/dores)

Medan, hetanews.com - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 diprediksi akan menyisakan sejumlah masalah. Pasalnya di tempat pemungutan suara (TPS), 17 April 2019 mendatang, masyarakat akan dihadapkan pada lima surat suara. Yaitu surat suara untuk Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi serta kabupaten/kota dan Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD). 

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung pada rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Medan, Senin (26/11/2018).

"Karena akan ada lima pilihan, saya pikir akan banyak orang bingung, terutama orang-orang tua kita," ucap Henry Jhon Hutagalung. 

Di samping itu, lanjutnya, penyebaran pemberitahuan memilih (Form C6) selama ini banyak yang tidak disitribusikan menjelang hari pemungutan suara. Bahkan, terindikasi ada unsur kesengajaan C6 ini tidak dibagikan kepada pemilih. ”Ini takkan terjadi kalau penyelenggara tidak memihak,” katanya. 

Komisi A DPRD Medan yang diketuai Sabar Syamsurya Sitepu dan Paul Mei Anton Panggabean, M. Nasir, Andi Lumbangaol juga mempertanyakan mengenai daftar pemilih tetap (DPT). Diantaranya hak-hak pemilih yang belum terdaftar, pemilih dalam Lapas dan Rutan dan hak hak memilih jika belum terdaftar namun sudah punya KTP elektronik/surat keterangan.

Karena itu Sabar Syamsurya mempertanyakan rencana KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih Pemilu 2019. “Bagaimana sosialisasi agar partisipasi pemilih naik. Malu kita menjadi sorotan nasional, karena partisipasi rendah. Apa yang bisa kita lakukan sama-sama agar Pemilu nanti berjalan baik,” katanya.

Penulis: dores. Editor: anto.