HETANEWS.COM

Patung Di Depan Kampus USI Kehilangan Asal Usul

Foto : Patung dipertigaan jalan, percis didepan Kampus USI, Jalan Sisingamangaraja Barat.

Siantar Hetanews.com- Pemugaran patung yang terletak dipertigaan jalan antara Jalan Radjamin Purba dan Jalan Sisingamangaraja Barat, Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Siantar sedang dalam pengerjaan. 

Pemugaran patung yang berbentuk fisik pria dan wanita dengan mengenakan penutup kepala mirip Toga itu, tampak berubah dari bentuknya semula. Apalagi taman-nya yang berbentuk segitiga sudah tidak berpagar besi.

Sehingga pandangan mata begitu jelas menerawang patung beserta landasanya. Bagi orang awam yang melihat patung tersebut, tentu akan menerima pesan yang tersirat. Apalagi, patung itu berdiri percis didepan kampus Universitas Simalungun (USI).

Baca juga: Kontestasi Pemilihan Rektor USI Berakhir, Ini Jadwal Pelantikan

Terlepas dari patung berbentuk fisik manusia yang memegang buku itu. Bagi beberapa orang yang mengamati keberadaan patung selama ini, ada sesuatu yang diduga secara sengaja dihilangkan dari asal usul pendirian patung tersebut.

"Patung itu kan wisudawan dan wisudawati. Jadi kalau kita lihat sepintas, itu menggambarkan kawasan pendidikan, apalagi ada kampus disini. Seingatku ada catatan pendirian tugu yang ditulis diatas batu (kramik), sekarang ga ada lagi," kata Olive, Mahasiswa yang menempuh studi di kampus USI, Senin (26/11/2018)

Olive menduga, selama pengerjaan pemugaran tersebut dilakukan, hilang sebuah tulisan yang terpahat dalam sebuah batu, yang menjelaskan tentang asal usul pendirian patung tersebut. "Aku ingat ada tulisannnya, cuma aku aku rada rada lupa sih isinya apa," ujar perempuan berparas teduh ini menghanturkan. 

Salah seorang Mahasiwa lain yang ditemui di seputaran Kampus USI juga mengutarakan hal yang sama. Menurut Melisa, kondisi patung yang kini dicat separuh warna kuning itu, mengalami perubahan dari bentuk semula. Apalagi pagar taman dan cat dari patung tersebut.

"Kalau Saya melihat, bagus sih ada perubahan. Tapi kalau boleh jangan lah sampai menghilangkan asal usul yang ada dalam patung itu," ungkap Melisa.

Amatan Hetanews di hari yang sama, siang sekitar pukul 13.00 WIB, pemugaran patung sedang dilkerjakan pada posisi taman yang berbentuk segitiga. Para pekerja ditemui dilokasi menimbun permukaan taman dengan tanah. Sementara tidak terlihat tulisan yang dipahat dalam batu, yang merupakan asal usul pendirian patung tersebut. 

Penulis: gee. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Komentar 1
  • Johan Ananda
    kutitipkan anak anaku etnis simalungun untuk menuntut ilmu,agar kalian bisa mengisi pembangunan pemerintahan di kampung halaman mu siantar si.alungun raja .

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!