HETANEWS

Wali Kota Pindahkan Lokasi Tugu Raja Sang Naualuh Setelah Ada Pemenang Tender

Peletakan batu pertama tugu Raja Sang Naualauh Damanik yang kedua kalinya, Sabtu (10/11/2018), lalu. (foto/gee)

Siantar,hetanews.com- Kebijakan Wali Kota Siantar, Hefriansyah, memindahkan lokasi rugu Raja Sang Naualuh Damanik ke lapangan H Adam Malik, masih terus menjadi pertanyaan. Pasalnya, muncul kejanggalan atas kebijakan dadakan yang dilakukan Wali Kota.

Hefriansyah, melalui surat Wali Kota Siantar No: 600/5289/X/2018 tertanggal 29 Oktober 2018, sukses memindahkan lokasi yang telah disepakati, di Lapangan Merdeka ke Lapangan H Adam Malik.

Sementara jauh hari sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan pelelangan tender. Kemudian menandatangi kontrak dengan CV Askonas Konstruksi Utama, sebagai pemenang tender. 

Melalui kontrak, kemudian dikeluarkan surat perjanjian kerja konstruksi No: 00001/Kontrak/PML.PSPA.PT/1.03.0101/X/2018, tertanggal 19 Oktober 2018 dengan Anggaran APBD TA 2018 senilai Rp.1,8 Milyar.

Perencanaan dan pengerjaan proyek patung dilakukan di Lapangan Merdeka atau dikenal Taman Bunga, sesuai dengan kesepakatan antara Pemko Siantar dengan ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik, pada 4 Juni 2018, silam.

Pada waktu itu, kesepakatan antara kedua belah pihak, turut disaksikan oleh pemangku adat Simalungun. Dan disepakati lokasi tugu, ditempatkan di Lapangan Merdeka, percis di sudut menghadap ke Bank BRI Cabang Siantar.

Surat Wali Kota Siantar yang diteken Hefriansyah untuk memindahkan lokasi pembangunan tugu, disinyalir telah menganulir kesepakatan kontrak antara Dinas PUPR dan CV Askonas Konstruksi Utama, sebagai pemenang tender.

Baca juga: Pemko Siantar akan Adakan Pertemuan, Bahas Tempat Tugu Raja Sang Naualuh

Meski demikian, pengerjaan proyek tetap dilakukan sesuai dengan lokasi yang dipindahkan oleh Wali Kota, di Lapangan H Adam Malik, percisnya menghadap gapura, pintu masuk lapangan tersebut.

Informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, Sabtu (24/11/2018), konsultan dari proyek pembangunan pondasi tugu tersebut keburu mengundurkan diri. Alasannya, lokasi pengerjaan proyek yang ditenderkan sebelumnya telah dirubah. 

"Biaya konsultan sudah cair, tapi dia (konsultan) gak mau menerima, karena lokasinya pindah. Baru - baru ini, diganti konsultannya," kata pria yang enggan namanya dimuat dalam berita.

Disebutkan lagi, apabila proyek pembangunan pelataran dan landasan patung dihentikan, maka akan merugikan pihak pemenang tender dalam hal ini CV Askonas Konstruksi Utama. Bahkan, persoalan ini akan rentan dan masuk dalam gugatan hukum.

Penulis: gee. Editor: gun.