HETANEWS

Kondisinya Memprihatinkan, Janda Tua Ini Berharap Rumahnya Dibedah Bupati Humbahas

Tampak dari depan, kondisi rumah milik Nenek Tiolopan Sitinjak yang jauh dari layak. (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas,hetanews.com- Seorang janda tua, bernama Tiolopan Sitinjak (65) yang tinggal di Dusun Sipariama, Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), berharap rasa empati dari pihak pemerintah kabupaten setempat.

Hal tersebut diungkapkan nenek itu kepada hetanews.com, sembari berurai air mata, menceritakan kelamnya kehidupan yang dijalaninya, Rabu (21/11/2018).

Nenek tersebut  kesehariannya hanya tinggal di rumah. Hal itu  sudah  bertahun-tahun  lamanya dijalani, lantaran dirinya sudah mengalami cacat pada bagian penglihatan. Sehingga dia tak bisa hidup normal seperti orang-orang pada umumnya.

Dan untuk makan dan minum sehari-sehari, dirinya ditanggung oleh satu orang anaknya yang masih lajang. Anaknya tersebut  tinggal satu rumah bersama nenek itu. 

Nenek yang buta huruf ini semenjak kecil tidak mengenyam bangku sekolah. Dirinya juga menuturkan menjanda karena kejadian yang tidak diinginkan atas kematian sang suami, pada sekitar tahun 1980 silam. Almarhum suami, diceritakannya,  dulu berprofesi seorang petani. Semenjak itulah dirinya langsung banting tulang sendiri untuk menafkahi ke 4 orang anaknya. 

Diceritakannya, beberapa tahun kemudian, dirinya juga harus menerima kenyataan pahit. Pasalnya, di usia yang masih sangat muda,  salah satu anaknya harus pergi duluan menyusul sang ayah untuk menghadap sang khalik. 

Seiring waktu, setelah 2 dari 3 orang anaknya sudah menikah, kini dirinya hanya ditemani anaknya yang paling bungsu dan masih lajang. 

Begini kondisi di dalam rumah Nenek Tiolopan Sitinjak. (Foto/Rachmat Tinton) 

“Anak saya dua lagi, ya keseharian hidup dengan istri dan anak-anak mereka.  Dan sekali-kali mereka datang nengokin saya. Tapi kondisi ekonomi mereka juga pas-pasan dan tak bisa berbuat banyak untuk menolong saya. Sementara yang tinggal sama saya, pekerjaannya cuma serabutan.  Kalau orang ada yang menggaji, barulah dia kerja. Soalnya ladang kopi kami cuma sedikit,"terangnya. 

Nenek ini kepada wartawan menyampaikan harapannya. Rumahnya yang berukuran 4 x 4 meter  itu berharap dibedah pemerintah kabupaten Humbahas. 

Harapannya memang sangat masuk akal,  karena sesuai pantauan hetanews.com,  kondisi rumahnya jauh dari layak. Dinding rumah yang terbuat dari papan tersebut tampak berlubang-lubang. Sehingga saat malam tiba, dipastikan suhu di dalam rumah akan sangat dingin. 

Selain itu, karena rumah tersebut sangat sempit, dapur dan tempat tidur pun tak dibuat sekat pemisah. Sehingga pemandangan di dalam rumah terlihat bak kapal pecah. Juga, kamar mandi atau WC pun tak akan kita temui di rumahnya. Hal itu memperkuat image hunian yang jauh dari sehat. 

"Saya butuh belas kasihan. Bapak Bupati Dosmar tolong bantu saya,"ujarnya seraya berharap.

Terpisah, salah satu warga sekitar, Mikel Sihombing, mengatakan, kalau rumah nenek tersebut sudah dari sejak lama dimohonkan agar dibedah pemerintah. Namun entah mengapa, hingga saat ini tak kunjung dibedah. 

"Rumah-rumah orang lain bahkan sudah dibedah pada tahun lalu. Tapi rumah nenek itu ga dibedah. Padahal dulu rumahnya ikut difoto-foto. Tapi kami ga tahu, kenapa rumahnya ga ikut dibedah,"kata Sihombing.

Penulis: rachmat. Editor: gun.