HETANEWS

Cerita soal Milan yang Mundur di Tengah Negosiasi Transfer Ronaldo

Cristiano Ronaldo.

Inggris, hetanews.com-Kalau AC Milan berani mengambil risiko, Juventus mungkin tidak akan menikmati jasa Cristiano Ronaldo seperti sekarang.

Sebelum Juventus merekrut Ronaldo dari Real Madrid pada musim panas 2018, Milan memang sudah mendapatkan kesempatan serupa. Kans merekrut Ronaldo melambung pada 2017 atau ketika kursi Presiden Milan masih diduduki Li Yonghong.

Ronaldo sudah memiliki masalah dengan Presiden Florentino Perez ketika itu. Oleh karenanya, bintang Portugal tersebut bersikap terbuka terhadap pendekatan Milan yang datang dengan modal finansial melimpah setelah diakuisisi investor China.

"Ya, Li menginginkan kedatangan Ronaldo karena meyakini bahwa sang pemain memiliki kekuatan besar di pasar China. Kebetulan, Ronaldo juga ingin meninggalkan Madrid," tutur Marco Fassone sebagai Direktur Milan saat itu, seperti dilansir oleh Sole24Ore.

Kendati begitu, keraguan muncul dari jajaran manajemen yang berisikan orang-orang Italia macam Fassone. Di mata mereka, tidaklah bijak membeli pemain berusia kepala tiga seperti Ronaldo dengan nominal di kisaran 100 juta euro.

Li Yonghong
Li Yonghong saat menandatangani berkas pengambilalihan Milan. 

"Kemudian, kami menemui Jorge Mendes sebagai agen Ronaldo untuk mengetahui ketersediaan pemain di pasar dan nilai transfernya. Saya menyarankan kepada Li agar mengubur mimpinya merekrut Ronaldo. Karena bagi saya, Ronaldo terlalu mahal," ucap Fassone.

Akhir cerita, Ronaldo gagal mendarat di San Siro karena Milan mundur di tengah negosiasi. I Rossoneri lebih memilih menghabiskan bujet total 191,98 juta euro untuk pemain tanpa status megabintang macam Leonardo Bonucci (42 juta euro), Andre Silva (38 juta euro), dan Andrea Conti (24 juta euro). Keputusan yang akhirnya gagal mengangkat prestasi Milan pada musim 2017/18.

Kebijakan jorjoran tersebut juga berujung kebangkrutan Li gara-gara gagal melunasi utangnya. Kepemilikan Milan pun diammbil alih Elliot Management selaku pihak yang meminjamkan dana kepada Li.

Cristiano Ronaldo
Ronaldo di sebuah laga untuk Juventus.

Sebaliknya, Juventus diyakini terus mengeruk keuntungan setelah merekrut Ronaldo. Nilai saham I Bianconeri melonjak 9,7 persen pada pekan-pekan awal pembelian Ronaldo, sementara penjualan jersi sang pemain pada hari pertama kedatangannya mencapai 520 ribu helai. Angka yang disebut terakhir tak berbeda jauh dari total penjualan jersi Juventus pada 2016 yang 'hanya' mencapai 850 ribu helai.

Keuntungan Juventus juga menyoal performa dan ketajaman Ronaldo yang belum meluntur di usia 33 tahun. Dari 15 pertandingan, dia sudah merangkum 9 gol dan 6 assist.

sumber: kumparan.com

Editor: sella.