Siantar,hetanews.com- Kepala Bidang Perlindungan Anak (Kabid PA), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Siantar, Sri Bulan Barus, belum dapat memastikan, Kota Siantar sebagai tempat yang ramah untuk anak. 

Menurut Sri, pihaknya sudah melakukan sosialisasi juga monitoring dan suvervisi di 8 kecamatan serta 53 kelurahan, untuk meninjau lingkungan yang ramah untuk anak. Namun hasilnya belum ada lingkungan yang ramah anak di Siantar.

"Kami sudah melakukan supervisi dan monitoring untuk kelurahan layak anak. Artinya, apakah kelurahan itu layak untuk tempat tinggal anak? Jangan pula kelurahan itu narkoba dan judi, berarti anak gak layak disitu," kata Sri Bulan Barus, ditemui, Senin (19/11/2018), lalu.

Sri menilai, kota ramah untuk anak di Siantar, masih jauh dari fakta di lapangan. Pasalnya, masalah yang menyebabkan munculnya kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Siantar, diakibatkan faktor ekonomi keluarga, pendidikan dan lingkungan sekitar.

Selanjutnya, kata Sri Bulan, faktor yang mempengaruhi kondisi anak di Siantar yang lain adalah penggunaan smartphone yang kebablasan tanpa kontrol orang tua.

"Kita takut anak anak kita rusak dari smartphone. Waktu itu, kami juga himbau, agar ibu - ibu waspada. Bila perlu anak - anak didampingi kalau menggunakan smartphone, harus ada pendampingan dari orang tua,"jelasnya.

Meski Siantar kota ramah untuk anak sedang dijajaki, Sri Bulan menilai upaya sosialisasi yang dilakulan pihaknya selama ini dibantu oleh dinas terkait, layaknya upaya menjaring angin. 

"Kota ramah untuk anak di Siantar Itulah yang sedang dijajaki. Jadi kita gak cukup kalau hanya sekali kita lakukan sosialisasi. Tapi seberapa lah sosialisasi itu bisa sampai, dibandingkan jumlah penduduk di Siantar ini," ujarnya menambahkan.

Pihaknya juga mengalami kendala tenaga di lapangan dalam melakukan sosialisasi maupun penyuluhan serta pendampingan kasus. Untuk saat ini, yang membidangi di perempuan dan anak hanya 3 orang struktur, 2 Badsos dan dibantu Staff.

"Sementara kami harus melakulan sosialisasi di 53 kelurahan di 8 kecamatan. Tapi cemanalah, uda tugas ya harus dijalani," ujarnya mengakhiri.