HETANEWS

DPRD Siantar Kedatangan Pedagang karena Issu yang Ditebarkan Dirut PD Horas Jaya di Media

Pimpinan DPRD saat berdiskusi dengan pedagang Pasar Horas dikarenakan issu yang ditebarkan oleh Dirut PD Horas Jaya, Setia Siagian di media, Rabu (18/2). (foto Tommi).

Siantar, hetanews.com- Sejumlah pedagang pasar horas gedung 4, Rabu (18/02) mendatangi kantor DPRD Siantar. Ada pun kedatanga mereka akibat adanya isu yang beredar, dimana akan dibangunnya gedung 4 Pasar Horas tetapi mereka tidak diberitahukan kemana akan direlokasikan. Untuk memastikan kebenaran tersebut, akhirnya pedagang mendatangi kantor DPRD Siantar.

Kedatangan pedangan tersebut langsung disambut oleh pimpinan DPRD Siantar, yakni Eliakim Simanjuntak, Mangatasi Silalahi, Timbul Lingga serta Zainal Purba, kemudian pedagang diajak untuk memberitahukan keluh kesah mereka di ruang pimpinan.

Dalam kesempatan tersebut, pedagang mengatakan kekuatiran mereka akan dibangunnya gedung 4 oleh PD Pasar, padahal mereka tidak diberitahukan kemana akan direlokasi selagi gedung 4 tersebut dibangun.

"Kami dari pedagang kemarin mendengar ucapan dari Dirut PD Pasar Setia Siagian di beberapa media, jika dia akan membangun gedung 4, tetapi kami tidak diberitahukan kapan, dan kemana nantinya kami akan di relokasi, karena pembangunan tersebutkan memakan waktu yang lama, tidak mungkin kami tidak berjualan," kata Agus Butar-butar

Kemudian Wakil Ketua DPRD Siantar Mangatas Sialalahi mengatakan pedagang tidak perlu kuatir, sebab isu tersebut tidak benar karena badan pengawas belum terbentuk sehingga PD Pasar belum bisa menjalankan programnya.

"Itu tidak benar, karena sampai saat ini Badan Pengawas belum dibentuk untuk PD Pasar, jadi mereka tidak bisa menjalankan program mereka tanpa adanya badan pengawas," Kata Mangatas menjelaskan

Tetapi, pedagang belum puas atas jawaban tersebut, karena Dirut PD Pasar Horas Jaya sudah membuat statmen di media. "Tapi ginikan pak, kemarin pak Setia sudah membuat statmen di Media, itunya yang kami dengar, dan mereka sudah diberikan dana sebesar Rp 2 Milliar," kata Agus lagi.

Kembali Ketua DPRD Siantar Eliakim menjelaskan, selagi Badan Pengawas belum terbentuk PD Pasar Horas Jaya belum bisa melakukan apapun programnya, serta uang yang dialokasikan ke PD Pasar Horas Jaya belum bisa dipergunakan.

"Sebelum dibentuknya Badan Pengawas mereka tidak bisa menjalankan programnya, dan uang 2 M itukan kemarin kami berikan untuk merenovasi, bukan untuk membangun pasar horas, lagian untuk membangun pasar horaskan engga cukup dana 2 M itu, butuh dana besar itu," kata Eliakim.

Eliakim juga menambahkan jika PD Pasar akan membangun gedung 4, PD Pasar harus terlebih dahulu memberitahukan hal itu kepada DPRD, karena Pasar Horas merupakan aset dari Pemko Siantar. "Kalo mau membangun gedung 4 itu, mereka harus berkoordinasi dulu sama kami, itukan aset Pemko, maka kami harus tahu dipergunakan untuk apa aset itu," kata Eliakim.

Mangataspun mencoba menenangkan kekuatiran dari pedagang dengan mengatakan jika nantinya PD Pasar sudah terbentuk, DPRD akan memanggil Setia Siagian untuk membicarakan hal tersebut.

"Jadi bapak ibu tenang aja, jualan aja seperti biasa, jika nanti sudah terbentuk badan pengawas kami akan panggil Dirut PD Pasar, sebelum membangun gedung 4 harus terlebih dahulu mensosialisasikan kepada pedagang," katanya menenangkan pedagang

Pedagang juga kebingungan soal Kartu Ijin Pedagang (KIP), sebab saat ini yang mengurusi pedagang adalah PD Pasar Horas Jaya. "Soal KIP itu lagi pak, kami harus mengganti KIP itu atau bagaimana?, dan berapa biayanya, karena selama ini kami bingung soal KIP ini," kata Agus lagi.

Eliakim menjelaskan, untuk saat ini pedagang masih menggunakan KIP yang lama, sebab PD Pasar belum bisa melakukan sesuatu hal karena badan pengawas belum terbentuk. "Tadikan sudah saya bilang, badan pengawas belum terbentuk, jadi mereka belum bisa melakukan apa-apa, soal berapa biayanya itu tergantung kebijakan PD Pasar, entah dikasih gratisnya kita engga tahu," kata Eliakim.

Mendengar penjelasan dari pimpinan DPRD tersebut akhirnya pedagang merasa lega dengan wajah tersenyum mereka meninggalkan kantor DPRD.

Penulis: tom. Editor: ebp.