HETANEWS.COM

Penambangan Batu Koral Buat Resah Warga Sipispis

Tampak alat berat sedang beroperasi ngeruk batu, di Galian C milik SS. (foto/dmk)

Sergai,hetanews.com- Galian C (tangkahan batu) yang berada di areal Daerah Aliran Sungai (DAS), sungai Bah Bolon, tepatnya di desa Serbananti, kecamatan Sipispis, kabupaten Sergai, dikeluhkan warga setempat.

Pasalnya, galian C itu terkesan tidak memperhatikan keberlangsungan lingkungan, dengan merubah dan "merusak" DAS dari bentuk aslinya. Dengan menghancurkan batu padas yang sudah berumur ribuan tahun yang ada sebagai dinding sungai. 

Diketahui sebelumnya, tangkahan batu koral ini, atau galian C ini dikelola oleh pengusaha, berinisial SS, warga desa Marjanji, kecamatan Sipispis. 

Damanik, warga setempat menjelaskan, "pinggiran ini dulu batu padas bang, tapi dikikis dan dikeruk dihancurkan. Sehingga menjadi rata, dijadikan jalan lintasan truk,"jelas Damanik kepada wartawan. 

Hal senada juga dilontarkan Suyatno, warga desa Serbananti. "Karena dikeruk beko terus setiap hari, mata air disitu kering. Mata air yang dari dahulu sebagai sumber air masyarakat sudah mati. Ngeri kalilah pokoknya. Hancur kali. Memang darat itu harusnya gak boleh dihabiskan digampeng (keruk) karena longsor itu. Sudah lebar kali bukit tanah darat pinggiran sungai itu dikeruk,"keluhnya.

Darmen Sinaga, Kepala Desa Serbananti, Ketika dikonfirmasi hetanews.com, Senin (19/11/2018), mengatakan, "Setahu aku itu ada izinnya. Tapi aku gak tau kayak mana. Karena selama mulai bekerja tidak pernah lihat. Dan tidak pernah tau,"terangnya. 

Ditambahkannya, "Masyarakat keberatan, dan sudah membuat surat keberatan yang ditandatangani oleh warga sebanyak 53 orang. Dan sudah menyampaikannya kepada Camat," katanya menambahkan. 

Masyarakat minta dinas terkait untuk merespon laporan mereka  karena kegiatan tersebut sudah meresahkan. 

Donit, salah satu tokoh masyarakat yang juga ketua salah satu partai, meminta agar galian C itu ditutup. "Kami minta galian C itu ditutup. Karena truk yang melintas sudag melebihi tonase. Mereka yang menghancurkan jalan,"paparnya. 

Di hari yang sama, Parlin Gultom, Kasi Trantib Kecamatan Sipispis, ketika dimintai keterangan tentang pemilik Galian C tersebut, menerangkan, "Itu tangkahan milik Sakban Saragih Bang. Ada itu izinnya. Tapi gak ada sama kami di kantor. Pernah ditunjukkan, kami catat nomornya,"ujarnya. 

Ketika ditanya perihal laporan masyarakat? "Mau kami cek lagi bang,"jawabnya.

Penulis: sarianto. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan