HETANEWS

Bersama BI Gairahkan Danau Toba

Bank Indonesia mendukung sepenuhnya program Pemerintah untuk kembali menggairahkan Danau Toba. (foto/kolase)

Catatan: Ayu

Danau Toba, destinasi wisata yang sangat  mendunia pada masanya. Sekitar tahun 90-an hingga tahun 2000, danau yang merupakan proses alami karena meletusnya Gunung Toba ini banyak didatangi wisatawan, baik lokal maupun asing.

Sayang, danau ini nyaris terlupakan dan kehilangan pengunjungnya. Parapat dulunya dijuluki kota turis, namun sekarang, hampir tidak ada turis satu pun di kota itu. Danau terbesar di Asia Tenggara ini kaya akan keindahannya, yang tak kalah cantiknya dengan Bali. Banyak cerita legenda, penuh mistis, budaya dan hasil kerajinan yang luar biasa hingga bumbu penyedap makanan.

Melirik potensi besar Danau Toba, pemerintah berupaya membangkitkan kembali "gairah ", Danau Toba. Pemerintah membuat kebijakan dengan menetapkan Danau Toba, sebagai destinasi superioritas. Apalagi dari segi perekonomian tidak bisa lagi terlalu berharap banyak dari sektor komoditas di tengah pertumbuhan ekonomi global yang masih lemah.

Dengan ditetapkan sebagai destinasi wisata, pemerintah telah meningkatkan pembangunan infrastuktur seperti  Bandara Silangit, jalan tol, jalan lingkar luar dan lingkar dalam Danau Toba, jalan lingkar  P.Samosir, revitalisasi  pelabuhan dan penyeberangan utama.

Pengembangan sektor wisata memberi kan dampak yang besar dan cepat termasuk penyerapan tenaga kerja. Danau Toba sangat berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi Sumut . Untuk itu pemerintah membentuk Badan Pengelola Otoritas Danau Toba  (BPODT)  untuk mengembangkan kawasan Danau Toba. Demikian dikatakan Sekdaprovsu, Hj R Sabrina.

Bank Indonesia mendukung sepenuhnya program pemerintah tersebut untuk kembali menggairahkan Danau Toba. Dukungan tersebut tertuang dalam penandatanganan kerjasama antara  Pemerintah Sumatera Utara dengan Bank Indonesia untuk pengembangan ekonomi di kawasan Danau Toba. Demikian diungkapkan Pjs.KPw BI Sumut, Hilman Tisnawan.

Penandatanganan pun dilakukan langsung di Desa Sigapiton  Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa oleh Kepala Departemen Regional I, Suhaedi dan Sekdaprovsu, Hj R Sabrina, disaksikan Arie Prasetyo selaku Dirut BPODT, dan Wakil Bupati Tobasa, Hulman Sitorus.

Sigapiton, merupakan daerah terpencil, di kawasan Danau Toba dengan penduduk 300 jiwa. Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sumut, memberikan bantuan berupa penanaman demplot bawang merah diatasi lahan seluas 2,5  Ha, sebuah motor roda 3 dan hand traktor.

Dukungan BI melalui penguatan aksesibilitas, atraksi dan amenitas seperti melaksanakan pelatihan kepada pelaku industri wisata, khususnya pelaku usaha, blogger, vlogger  juga pihak terkait agar  mampu menciptakan konten  kreatif melalui  platform digital  TOBAsmile. Juga peningkatan sistem pembayaran digital, di kawasan destinasi pariwisata Danau Toba.

Melalui generasi muda kreatif (IT Del) berbasis tekhnologi, BI mengadakan kegiatan lomba foto tentang Danau Toba yang di upload melalui media sosial, sehingga banyak orang akan lebih mudah mengakses  Danau Toba. "Searching di google, tampaklah Danau Toba dengan segala keindahannya,"jelas Suhaedi. BI mendukung BPODT yang melakukan penyuluhan di  IT Del dalam mempromosikan Danau Toba berbasis tekhnologi. Upaya ini dianggap paling berpotensi untuk menarik minat Wisman dan Wisdom.

Bagaimana wisatawan dapat lebih lama tinggal di Danau Toba. "Sikap ramah" dan jangan "memanfaatkan" setiap pengunjung hingga merasa "kapok", untuk datang ke Danau Toba.

Keterbukaan  harga jual,baik hasil kerajinan/cenderamata ataupun  transportasi, menjadi salah satu faktor yang perlu direvisi. Tempat makan berlebel "halal", aman dan nyaman yang meyakinkan wisatawan untuk berlama-lama atau betah saat berkunjung ke Danau Toba.

Meski banyak hal yang menjadi prioritas guna mendukung pengembangan sektor wisata Sumut, BI tetap yakin dan berkomitmen menjadikan Danau Toba lebih baik dan lebih menarik. Untuk mewujudkannya, perlu kerjasama dan sama bekerja  semua pihak, baik pemerintah, stakeholder, masyarakat dan media aagar mendukung yang dilakukan BPODT, menjadikan Danau Toba lebih baik.

Danau yang sangat luas ini memang layak dikunjungi, karena mempunyai banyak tempat indah di sekitaranya. Pinggiran danau ini ada pantai pasir putih, pantai Bulbul,  pantai Batuhoda, pantai Tigaras, pantai Haranggaol dan masih banyak lagi. "Saya tidak mau meninggal dulu sebelum ke danau  Toba", itulah ungkapan orang asing yang pernah didengarnya, kata Suhaedi sambil tersenyum. 

"Bagaimana kita mewujudkan ini??", Inilah kerja kita semua secara bersama memberikan yang terbaik untuk Danau Toba. Ramah, Jujur, Transparan, Sopan, Santun dan Melayani. Berikan yang terbaik buat Danau Ku, Danau Mu, Danau Kita... Indonesia. Horas..

Penulis: ay. Editor: gun.