HETANEWS

Polisi Belum Temukan Pisau Digunakan AG Membunuh Dedi Wahyono

AKBP Heribertus Ompusunggu membeberkan kronologi kasusnya, Sabtu (17/11).

Siantar, hetanews.com - Polisi masih menelusuri jejak pisau digunakan Abdul Gapur untuk menusuk Dedi Wahyono. Benda tajam tersebut merupakan barang bukti kasusnya.

"Pisau diperkirakan sepanjang 26 centimeter kurang lebih," kata Kapolres Siantar AKBP Heribertus Ompusunggu saat pemaparan kasusnya kepada awak media, Sabtu (17/11).

Heri mengatakan, usai menusuk korban pada 14 Nopember 2018, tersangka melarikan diri hingga akhirnya ditangkap di Medan atau dua hari setelah kejadian.

Baca juga: Sebelum Kabur ke Medan, Ini Rute Pelarian Pembunuh Tukang Rujak Keliling

Polisi mengatakan tersangka mengaku pisau untuk menusuk dada kiri korban hingga mengenai jantung dan paru dibuang saat dalam pelarian pelaku.

"Jadi pisaunya saat ini belom dapat, itu pun akan kita cari terus hingga dapat. Dibuangnya (tersangka) pisau itu ke parit dekat Kuburan Cina Jalan Ade Irma," ungkap Kanit Jatanras, Iptu Yuken Saragih dihari yang sama.

Baca juga: Terungkap, Ini Motif Abdul Ghafur Tega Habisi Nyawa Tukang Rujak Keliling

Tersangka Abdul dijerat tindak pidana penganiayaan hingga mengakibatkan pedagang rujak keliling itu meninggal dunia.

"Tersangka dijerat pasal 338 subsider 351 ayat 3 KUH-Pidana, ancamannya 20 tahun penjara," kata Heribertus.

Dedi Wahyono tewas dengan satu luka tusukan di bagian dada kirinya. Peristiwa ini tejadi dipicu lantaran korban dan tersangka saling tatap di halaman rumah tersangka di Jalan Vihara Gg Bung, Kecamatan Siantar Selatan.

Penulis: bt. Editor: bt.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.