HETANEWS

Disebut Suporter 'Biang' Kekalahan, Ketua SMeCK Berang dan Sebut Butler Seperti Ini

Ketua SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir (kanan) saat menerima bantuan dari Manajemen PSMS

Medan,hetanews.com- Pelatih PSMS Medan, Peter Butler, sebelumnya menyebutkan, jika terpecahnya kelompok suporter menjadi tiga kubu yakni, SMeCK, PFC dan KAMPAK, jadi satu alasan klubnya tak bisa menang di Stadion Teladan, sangat disesalkan Ketua SMeCK, Lawren Simorangkir.

Salah satu kelompok suporter dengan basis masa terbesar ini, bahkan kecewa dan berang dengan statemen yang disampaikan pelatih berpaspor Inggris itu.

Lawren dengan tegas menilai apa yang disampaikan Butler, hanya satu alasan dalam mencari pembenaran.

"Kalau dia tidak siap melatih jangan suporter jadi alasan dia (Butler)," ungkap Lawren saat dihubungi, Jumat (16/11/2018) siang.

Lawren pun mencontohkan bagaimana klub lain dengan suporter lebih dari tiga kelompok bisa mendukung timnya dengan penuh loyalitas. Untuk itu, Lawren dengan lantang menolak alasan yang disampaikan Butler.

"Luar medan sana ada juga yang suporternya lebih dari 3, bahkan lebih dari 4 suporternya dalam 1 tim. Gak terima kita jika itu alasan dia (Butler) kalah di kandang," sebut Lawren.

Bahkan bilang Lawren lagi, pelatih Borneo masih mengakui keberadaan suporter PSMS.

"Karena apa? Karena mereka salut, walau PSMS di dasar kelasmen tapi masih banyak suporternya yang mau hadir di Stadion Teladan," ungkapnya.

"Intinya, saya Ketua Umum SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir sangat kecewa dengan alasan si Butler itu,"tegasnya lagi.

Sebelumnya, pelatih yang pernah menukangi Persipura di awal kompetisi Liga 1 musim ini secara blak-blakan, di hadapan awak media menyebutkan, suporter sebagai salah satu alasan anak asuhnya tak bisa bermain fokus saat laga kandang.

"Pemain bisa rasa saat mereka main di kandang, ada tiga grub penonton, satu grub sana, satu grub satu, satu grub lagi di sana (sambil menunjuk ke tribun penonton). Mereka tidak bantu tim bersama-sama. Kalau ada satu, dua, tiga, kelompok suporter, tim saya hancur," ujar Butler dalam sesi latihan, di Stadion Teladan Medan, Kamis (15/11/2018) sore lalu.

"Pemain selalu bicara sama saya, main di luar sangat beda dengan main di kandang. Main di sini mereka tidak fokus. Saya harap mungkin musim depan, penonton harus menjadi satu grub,"sambungnya.

Penulis: mek. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.