Siantar, hetanews.com - Penilaian kecamatan terbaik tingkat provinsi Sumatera Utara tahun 2018 diikuti oleh Kecamatan Siantar Martoba sebagai kecamatan terbaik di Kota Siantar.

Sejalan dengan itu, muncul penilaian  yang didasari atas keluhan masyarakat di kecamatan setempat, yang mengakibatkan penilaian atas kecamatan terbaik itu perlu ditinjau ulang.

Belum lama ini, sejumlah warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Pondok Sayur dan Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba melakukan unjuk rasa ke Balaikota.

Mereka mempertanyakan pembagian program PKH yang tak tepat sasaran. Pertemuan dengan pemerintah setempat dalam hal ini camat dan lurah tak menemui titik terang.

Akhirnya didampingi Forum Komunikasi Orang Miskin (Formikom), warga menggelar unjuk rasa ke DPRD Siantar dan Pemko Siantar, karena keluhan mereka dianggap tidak dapat diakomodir pemerintah setempat. Hingga saat ini persoalan itu masih tetap bergulir. 

Bahkan saat rapat pembahasan data penerima PKH di kelurahan, akhir Oktober 2018 silam, Camat Siantar Martoba, Arri Sembiring dan Lurah Pondok Sayur nyaris cekcok dengan warga. Camat sempat melarang warga untuk berunjuk rasa. Karena aspirasi tak diakomidir, warga memutuskan walk out.

"Aku sudah tiga bulan gak menerima. Ada yang mulai bulan satu gak menerima. Macam macamlah, capek aku lihat lurah ini," kata Nasib Siregar, salah seorang warga Penerima Bansos Rastra.

Di lain sisi, sejumlah warga di Gang Kenangan dan Gang Saudara, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, mengeluhkan wilayah tempat tinggal mereka yang kerap dilanda banjir.

Tepatnya Selasa kemarin, warga setempat yang ditemui di lokasi banjir mengatakan, wilayah pemukiman mereka jadi langganan banjir sudah berlangsung puluhan tahun. 

"Banjir ini sudah berlangsung selama 30 tahun, terus sudah dimintakan kepada Lurah dan camat, tapi banjir terus terjadi," ujar Rosmi Sijabat selaku RT setempat.

Dia mengeluhkan persoalan banjir ini tidak menjadi prioritas pemerintah setempat. Padahal sudah dilakukan Muserembang hingga beberapa kali.

"Pihak Kelurahan dan kecamatan terus memberikan janji, hingga sekarang tidak pernah ada realisasi dan penanganan yang serius," kesalnya.

Kecamatan Siantar Martoba masuk 6 besar kecamatan terbaik yang dinilai dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. 

Rabu kemarin, Rombongan tim penilai kecamatan terbaik dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara disambut hangat oleh Walikota Pematangsiantar, H. Hefriansyah di Balaikota Siantar.

Kedatangan Tim ini guna melakukan penilaian terhadap Kecamatan Siantar Barat, melalui ekspose dan tanya jawab.