HETANEWS

Pembangunan Embung Rusak Jalan, Pemkab Humbahas Harus Tanggung Jawab

Kondisi jalan penghubung Dusun Sibuntuon dengan Dusun Sipariama,  Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas yang rusak parah. (foto/rachmat)

Humbahas, hetanews.com - Akibat sering terendam banjir, jalan penghubung Dusun Sibuntuon dengan Dusun Sipariama,  Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kian mengalami kerusakan parah. Banyak lumpur, air tergenang dan lubang menganga selalu mengancam nyawa pengendara.

Pantauan hetanews.com, Kamis (15/11/2018), kerusakan jalan terjadi di sepanjang 500 meter. Di ruas jalan terdapat sejumlah titik-titik genangan air dan lumpur. Juga terdapat kerusakan jalan dengan kedalaman lubang yang bervariatif sekitar 10-20 cm. Akibatnya, setiap kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati. 

"Jalannya rusak dan membahayakan para pengguna jalan," ujar Banjarnahor (54), warga sekitar.

Kondisi  ini bukanlah kali pertamanya dipersoalkan oleh warga. Pasalnya, kerusakan jalan ini sudah berlangsung lama pasca dikerjakannnya proyek pemeliharaan Embung Tambok Bolon.

Beberapa warga menuding kalau timbunan tanah di pinggir embung  itu  menjadi sumber dari segala kerusakan jalan. Material tanah yang ditimbun memanjang di sekitar pinggiran jalan terlihat terlalu berdekatan dengan jalan. Sehingga kala musim hujan tiba, air dipastikan akan tergenang di sepanjang badan jalan karena tak memiliki saluran pembuangan. 

Koordinator LSM KITA-PD Wilayah Sumatera Utara, Hotbel Banjarnahor sangat menyayangkan kondisi tersebut. Pihaknya menuding, pihak Balai Wilayah Sumut (BWS)  II kurang pengawasan terhadap proses pengerjaan proyek tersebut. Sehingga kontraktor atau pihak rekanan terkesan bekerja asal-asalan tanpa memikirkan efek lingkungannya. 

Hotbel juga menyebut,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Humbahas harus bertanggung jawab dalam hal itu. "Di sana ada plang rekomendasi dari Pemkab melalui Dinas Lingkungan Hidup. Otomatis Pemkab harus bertanggung jawab. Apakah mereka tak memikirkan dampak lingkungannya jauh sebelum embung ini dibangun," tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Humbahas, Minrod Sigalingging, ketika dikonfirmasi mengatakan akan segera turun ke lokasi dimaksud. "Ok, nanti kami pantau segera Lae, tks infonya," tulis Minrod melalui pesan WhatsApp.

Penulis: rachmat. Editor: anto.

Ikuti kami di Twitter, Instagram, Youtube, dan Google News untuk selalu mendapatkan artikel berita terbaru dari Heta News.