HETANEWS

Sepak Bola Sumut Kembali Berduka, Pelatih Suryanto Herman Meninggal Dunia

Mantan Pelatih PSMS Medan, Kompol (Purn) H Suryanto Herman, meninggal dunia. TRIBUN MEDAN/HO

Medan, hetanews.com- Lagi,  insan sepak bola Sumut kembali berduka, setelah salah satu pelatih yang juga pernah memperkuat PSMS Medan, di era 70 an, Kompol (Purn) H Suryanto Herman, menghembuskan nafas terakhirnya, pada Kamis pagi (15/11/2018), pukul 07.00 WIB.

Almarhum meninggal dunia, pada usia 62 tahun, di RS Adam Malik Medan. Dirinya meninggalkan seorang istri, Hj Endang Maryanti dan tiga orang anak, yakni Rio Afriandy, Ricki Dwi Wendy dan Bripka Romi Tri Waldy  serta  enam orang cucu. 

Kepergian Suryanto Herman, menghadapi Sang Khaliq, membuat banyak kalangan, khususnya rekan sejawat sedih. Apalagi belum genap sepekan, Sumut juga kehilangan salah satu pelatih sepakbola, yakni Alm Syafei Pilly.

Tidak heran jika rumah duka, di Kompleks Wahid Hasim Garden, Jalan Sei Silau Medan Baru sejak menjelang siang ramai didatangi undangan yang ingin bertakziah.

Pantauan di rumah duka, para mantan pesepakbola era 1970-an hingga 2000-an hadir di sana. Mereka di antaranya Parlin Siagian, Suyud Ngatimin, Sugeng Rahayu, Sakiruddin, Sugito, Abdul Rahman Gurning, Amrustian, Jamaluddin Hutauruk, Sugiar, “Bedul” Abdul Rahman, Selamat Riyadi, dan Reswandi. Juga hadir Wakil Ketua KONI Medan, T Daniel Mozard dan Julius Raja serta insan olahraga lainnya.

“Kita merasa sangat kehilangan atas kepergian Alm Suryanto Herman. Ia  salah satu pelatih di Sumut yang mampu memberi “warna” dimanapun ia berada,” kata senioran Sepakbola Sumut, Parlin Siagian.

Mengingatkan, almarhum dimasa hayatnya pernah memperkuat PSMS, termasuk di Turnamen Yusuf Cup Makassar 1978 silam.

Dari karirnya di sepakbola tersebut, ia diterima menjadi Anggota Bhayangkara dan aktif di PS PO Polisi.

“Kalau sebagai pelatih, ia merintis karir di era 1990-an. Dan hingga akhir hayatnya, ia menyandang lisensi S1,” sebut Parlin.

Sebagaimana halnya insan sepakbola Sumut, pihaknya memang senantiasa kompak. Mungkin karena itu pula, secara kebetulan, tim yang pernah dilatih Parlin, akhirnya juga ditangani oleh Suryanto Herman.

“Ya tidak jauh dengan saya. Herman (panggilan akrab almarhum di masa hayatnya), pernah melatih PSMS, PSDS, Medan Jaya,  Persiraja, Tim PON, bahkan Tim Porwanas Sumut. Pokoknya, apa yang pernah saya latih, akhirnya ia juga melatih di tim tersebut,” jelasnya.

Satu hal yang menjadi tauladan dari sosok Suryanto Herman adalah nilai humanitas (kemanusiaan atau pergaulan) yang begitu tinggi. Sifatnya yang humoris, membuat ia diterima dan bisa bergaul dan selalu memberi warna di mana pun ia berada.

“Dalam ilmu kepelatihan pun ia tidak segan bertanya, termasuk kepada saya,”aku Parlin yang mengaku dua hari sebelumnya sempat hadir melayat Herman, di rumah sakit. Salah prestasi terbaik Herman, di kancah kepelatihan adalah membawa PSMS juara Piala Surya, di Surabaya, di akhir 1990-an, “ tambah   Suyud Ngatimin.

Penulis: mek. Editor: gun.