HETANEWS

Gas LPG Langka, Masyarakat Datangi DPRD Kantor Bupati Asahan

Para ibu rumah tangga saat aksi di kantor DPRD Asahan membawa poster yang mengharapkan gas LPG tidak langka dan mahal. (foto/heru)

Asahan, hetanews.com - Langkanya gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Asahan membuat sejumlah masyarakat gerah. Mereka pun mendatangi kantor DPRD dan kantor Bupati Asahan, Kamis (15/11/2018).

Namun, ratusan masyarakat yang didominasi ibu-ibu ini harus kecewa. Pasalnya kedatangan mereka ke kantor DPRD untuk mempertanyakan langkanya gas LPG tidak mendapat jawaban. Tidak terlihat satupun anggota DPRD atau wakil rakyat itu berada di kantornya. Akhirnya masyarakat meninggalkan kantor DPRD menuju kantor Bupati Asahan .

Setelah berorasi selama lima menit, perwakilan masyarakat ini diterima oleh Kepala Kesbangpol Asahan, Sorimuda Siregar dan Sekretsris PMD Asahan, Paijan.

Bertempat di Aula kantor Bupati, Sorimuda mengatakan akan menindaklanjuti hal ini dan meminta Dinas PMD mengambil langkah cepat hingga persoalan serupa tak berulang kali terjadi.

"Kita akan ambil langkah cepat dan kita meminta kerja samanya terutama dinas yang membidangi di PMD. Jangan sekedar menyurati tapi ambil action hingga hal ini tidak terus terulang," ucap Sorimuda.

Menanggapi hal itu sekeretaris PMD Asahan Paijan berjanji akan melakukan langka cepat. "Secepatnya kita ambil tindakan bersama tim monitoring dan pengawasan," ujar Paijan.

Salah satu masyarakat yang mewakili aksi bernama Sri mengatakan, selain sulit mendapatkan gas tabung 3 kilogram, harganya juga cukup tinggi. "Sudah sulit, bila ada harga mencapai Rp28 ribuan, sementara saya cuma jualan gorengan," ujar peserta aksi. 

Diketahui harga eceran tertinggi untuk  gas elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan yang ada di Kota Kisaran berkisar Rp17 ribu. Sementara itu untuk wilayah Asahan ada sebanyak 400 pangkalan yang terdaftar.

Penulis: heru. Editor: anto.