HETANEWS.COM

Bakar Barak, Residivis Kembali Diancam 3 Tahun Bui

Terdakwa duduk di antara terdakwa lainnya menunggu persidangan. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Johan Purba merupakan seorang residivis yang telah menjalani pidana selama 3 tahun karena kasus pencurian. Kamis (14/11/2018), ia kembali dituntut 3 tahun penjara oleh jaksa Christianto Situmorang, SH., di sidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Jaksa mempersalahkan terdakwa dengan Pasal 170 (1) KUHPidana. Terdakwa telah terbukti melakukan pembakaran barak/gudang bersama Jalenson Sinaga, Udin Purba dan Jamaluan Damanik (DPO). Perbuatan itu dilakukan terdakwa bersama para DPO pada Kamis, 22 Maret 2018 sekitar pukul 01.00 WIB di lokasi perladangan milik saksi korban Mokogiharto Hasibuan di Nagori Bandar, Kecamatan Silau Kahean.

Johan, warga Huta Sibakudu Nagori Damakitang, Kecamatan Silau Kahean merasa dendam dengan saksi korban pemilik gudang. Karena terdakwa pernah dihukum selama 3 tahun karena dilaporkan oleh saksi korban dalam kasus pencurian.

Selesai menjalani hukumannya, terdakwa mengajak para DPO untuk melakukan pembakaran. Dengan mengendarai sepeda motor dan minyak bensin  disiramkan ke bagian dinding barak, hingga ludes terbakar. Padahal barak/gudang tersebut digunakan sebagai tempat tinggal pekerja.

Perbuatan terdakwa dan para DPO dilihat oleh saksi Suheri dan Tenun. Keesokan paginya, saksi melaporkan hal itu kepada pemilik barak. Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami kerugian hingga Rp70-an juta.

Penulis: ay. Editor: anto.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan